... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Wednesday, 2 April 2014
Tuesday, 17 December 2013
Pelatihan Servis HP bagi Anak Yatim Kafala Pidie
Dengan tujuan menciptakan kemandirian bagi anak yatim, dan juga peningkatan kemampuan dan keterampilan, khususnya di distrik Pidie, maka Kafala Pidie menyelenggarakan kegiatan pelatihan servis handphone. Kegiatan pelatihan servis handphone ini dilaksanakan selam lebih kurang satu bulan, dan dimulai pada tanggal 4 September dan akan berakhir pada 30 Desember 2013.
Pelatihan servis handphone ini diikuti oleh enam anak yatim dari distrik Pidie, dan pelatihan ini dilaksanakan di LPK Lima di alun-alun kota Sigli. Pelatihan ini bersifat praktik langsung dengan didampingi oleh tenaga-tenaga pengajar dari LKP Lima, yang berkomitmen untuk membantu anak-anak yatim ini sehingga mereka dapat menguasai teknik perbaikan handphone, sehingga nantinya mereka dapat mandiri.
Bagi anak-anak yang serius dan cepat memahami materi pelatihan akan diberi kesempatan untuk bekerja di LPK Lima atau dicarikan tempat untuk bekerja. Alhamdulillah, setelah berjalan satu bulan, ada beberapa anak yang di ajak membantu tim teknisi handphone di lembaga tersebut, sehingga mereka bisa mendapatkan sedikit tambahan untuk uang jajan mereka.
Thursday, 7 April 2011
Jabal Ghafur dan Sisa Budaya Lama
HINGGA usia keberadaan Prof BI Ansari MPd sebagai rektor Universitas Jabal Ghafur memasuki lebih dua bulanan, publik dan pemerhati pendidikan di Kabupaten Pidie masih pula dihentak keluhan mahasiswa melalui ruang-ruang SMS pembaca koran-koran terbitan Aceh menyangkut dosen yang suka telat datang.
Barangkali memang berlebihan bila hendak membandingkan Jabal Ghafur dengan Universitas Oxford Inggris, Universitas Kyoto Jepang, Universitas Syiah Kuala dan IAIN Ar-Raniri Banda Aceh serta Universitas Malikul Saleh Lhokseumawe.
“Tapi,” kata Faisal Zain, mantan aktivis referendum Aceh yang memiliki perhatian terhadap dunia kependidikan di Pidie, “apa sebenarnya yang paling subtansial pembeda antara semua lembaga pendidikan tinggi itu dengan Jabal Ghafur? Saya kira tak ada, kecuali pada kedisiplinan di tataran lembaga dan kepengajaran. Yang lain cuma soal teknis dan usia.”
Menurut Faisal, bila mengambil Jabal Ghafur di posisi rendah dalam perbandingan dengan universitas-universitas hebat di atas berdasarkan negara, usia, popularitas dan status, itu bukan sistem perbandingan yang proporsional dan samasekali tidak bermental ilmiah berwawasan pergerakan dan pembaharuan.
“Kita tidak selamanya harus memainkan apologi yang mendukung dan melegitimasi kekurangan dan kelemahan diri. Itu mental pecundang, tak layak diakomodir oleh sebuah lembaga pendidikan tinggi,” tegas pemerhati yang juga Sekretaris Umum Partai SIRA Pidie ini.
Lagi pula, sambung lelaki berusia 30 tahun itu, di tubuh universitas yang berkampus di Glee Gapui, Mila, Pidie melekat tanggung jawab misi dan risalah perjuangan intelektual akademik masyarakat Kabupaten Pidie, Pidie Jaya dan bahkan beberpa persen untuk kabupaten lain seperti Bireuen, Aceh Utara dan Aceh Timur karena sekian banyak mahasiswa/mahasiswi Jabal Ghafur berasal dari daerah-daerah tersebut.
“Mengadopsi berbagai rumus pembenaran agar aman dan nyaman di posisi terendah yang seperti itu, bisa dikatakan itu benar-benar mental yang zalim untuk sebuah lembaga akademika yang berefek kepada kemunduran terus-menerus suatu komunitas, kaum dan bangsa yang mempercayai lembaga pendidikan tersebut sebagai sumber pencerahan masa depan,” tegas Faisal.
Pria kelahiran Gampong Peukan Sot, Simpang Tiga, Pidie, ini yakin bila semua pihak di ruang lingkup yayasan, Pemda Pidie dan pihak-piha lainnya yang terkait, memiliki niat cemerlang untuk memperjuangkan Jabal Ghafur sebagai sebauah lembaga pendidikan tinggi yang brilian, pasti akan mampu.
“Yang pertama kita lihat saja dulu pada tingkat antusiasme masyarakat Pidie dan Pidie Jaya serta daerah-daerah lainnya yang mempercayai anak-anaknya kuliah di Glee Gapui. Itu modal utama. Selebihnya terserah kita mau dibawa ke mana universitas yang sarat nilai dobrakan ini,” lanjutnya.
Dan untuk mengawali itu semua, kata Faisal, perkara dosen telat masuk yang dulunya sudah menjadi bagian dari budaya keseharian di Glee Gapui, hendaknya sudah dapat diakhiri sesegera mungkin.[]
—
Musmarwan Abdullah
Barangkali memang berlebihan bila hendak membandingkan Jabal Ghafur dengan Universitas Oxford Inggris, Universitas Kyoto Jepang, Universitas Syiah Kuala dan IAIN Ar-Raniri Banda Aceh serta Universitas Malikul Saleh Lhokseumawe.
“Tapi,” kata Faisal Zain, mantan aktivis referendum Aceh yang memiliki perhatian terhadap dunia kependidikan di Pidie, “apa sebenarnya yang paling subtansial pembeda antara semua lembaga pendidikan tinggi itu dengan Jabal Ghafur? Saya kira tak ada, kecuali pada kedisiplinan di tataran lembaga dan kepengajaran. Yang lain cuma soal teknis dan usia.”
Menurut Faisal, bila mengambil Jabal Ghafur di posisi rendah dalam perbandingan dengan universitas-universitas hebat di atas berdasarkan negara, usia, popularitas dan status, itu bukan sistem perbandingan yang proporsional dan samasekali tidak bermental ilmiah berwawasan pergerakan dan pembaharuan.
“Kita tidak selamanya harus memainkan apologi yang mendukung dan melegitimasi kekurangan dan kelemahan diri. Itu mental pecundang, tak layak diakomodir oleh sebuah lembaga pendidikan tinggi,” tegas pemerhati yang juga Sekretaris Umum Partai SIRA Pidie ini.
Lagi pula, sambung lelaki berusia 30 tahun itu, di tubuh universitas yang berkampus di Glee Gapui, Mila, Pidie melekat tanggung jawab misi dan risalah perjuangan intelektual akademik masyarakat Kabupaten Pidie, Pidie Jaya dan bahkan beberpa persen untuk kabupaten lain seperti Bireuen, Aceh Utara dan Aceh Timur karena sekian banyak mahasiswa/mahasiswi Jabal Ghafur berasal dari daerah-daerah tersebut.
“Mengadopsi berbagai rumus pembenaran agar aman dan nyaman di posisi terendah yang seperti itu, bisa dikatakan itu benar-benar mental yang zalim untuk sebuah lembaga akademika yang berefek kepada kemunduran terus-menerus suatu komunitas, kaum dan bangsa yang mempercayai lembaga pendidikan tersebut sebagai sumber pencerahan masa depan,” tegas Faisal.
Pria kelahiran Gampong Peukan Sot, Simpang Tiga, Pidie, ini yakin bila semua pihak di ruang lingkup yayasan, Pemda Pidie dan pihak-piha lainnya yang terkait, memiliki niat cemerlang untuk memperjuangkan Jabal Ghafur sebagai sebauah lembaga pendidikan tinggi yang brilian, pasti akan mampu.
“Yang pertama kita lihat saja dulu pada tingkat antusiasme masyarakat Pidie dan Pidie Jaya serta daerah-daerah lainnya yang mempercayai anak-anaknya kuliah di Glee Gapui. Itu modal utama. Selebihnya terserah kita mau dibawa ke mana universitas yang sarat nilai dobrakan ini,” lanjutnya.
Dan untuk mengawali itu semua, kata Faisal, perkara dosen telat masuk yang dulunya sudah menjadi bagian dari budaya keseharian di Glee Gapui, hendaknya sudah dapat diakhiri sesegera mungkin.[]
—
Musmarwan Abdullah
Sunday, 3 April 2011
SIKAP
“ Orang ng yang bisa menaklukan orang lain itu kuat. Orang yang bisa menaklukan diri sendiri itu lebih kuat”.
Semakin lama kita hidup, maka semakin kita sadar dengan pengaruh sikap dalam kehidupan, karena sikap lebih penting daripada ilmu, uang, kesempatan dan keberhasilan apapun yang dilakukan seseorang. Sikaplah yang menjadi penentuan dalam segala hal yang sedang kita lakukan.
Bahkan, sikap itu lebih penting daripada penampilan atau keahlian yang kita miliki. Satu hal yang sangat menakjubkan adalah ketika kita memiliki pilihan untuk menghasilkan sikap yang kita miliki. Sebenarnya, kita tidak dapat mengubah masa lalu, mengubah tingkah laku orang dan begitu juga dengan mengubah apa yang pasti terjadi satu dan lain hal. Yang dapat kita ubah adalah satu hal yang dapat kita kontrol dan itu adalah sikap kita.
Sikap kita dibangun dari kebiasan, teman, lingkungan dan keluarga. Untuk itu sebaiknya kita menekan sikap-sikap yang dapat membawa kearah yang tidak baik. Ketika kita berada pada sebuah komunitas yang baru, sikap merupakan tolak ukur bagi orang lain untuk menilai diri kita, sehingga kesan pertama dapat memberikan beragam respon terhadap kita.
Ketika kita dapat menentukan sikap kita, kita lebih bisa untuk menentukan hal-hal yang harus dilakukan terlebih dahulu. Setiap individu memilik banyak kepentingan yang berbeda-beda. Maka dengan SIKAP yang baik kita lebih berpendirian dan tegas dalam memilih kepentingan yang harus diprioritaskan.
Dengan demikian, setelah kita memiliki sikap yang baik dan terarah, kepercayaan diri timbul dengan sendirinya, memiliki kepercayaan diri yang didasari dengan tanggung jawab yang benar pula. Sikap menjadi tolak ukur dalam kepercayaan diri seseorang, Hal ini dapat berpengaruh pada sikap kita terhadap komunitas sekitar kita, begitu juga dengan sikap kita dalam berkomunikasi satu sama lain.
Intinya adalah keseimbangan dalam segala hal itu lebih baik, dari pada ambisi dan semangat juang tinggi tanpa kesadaran akan SIKAP kita. Semoga hal ini dapat membawa peningkatan moral dalam kehidupan kita sehari-hari. Dan tidak gamang dalam menentukan segala hal yang memang harus disikapi..
Seuteres ….
Semakin lama kita hidup, maka semakin kita sadar dengan pengaruh sikap dalam kehidupan, karena sikap lebih penting daripada ilmu, uang, kesempatan dan keberhasilan apapun yang dilakukan seseorang. Sikaplah yang menjadi penentuan dalam segala hal yang sedang kita lakukan.
Bahkan, sikap itu lebih penting daripada penampilan atau keahlian yang kita miliki. Satu hal yang sangat menakjubkan adalah ketika kita memiliki pilihan untuk menghasilkan sikap yang kita miliki. Sebenarnya, kita tidak dapat mengubah masa lalu, mengubah tingkah laku orang dan begitu juga dengan mengubah apa yang pasti terjadi satu dan lain hal. Yang dapat kita ubah adalah satu hal yang dapat kita kontrol dan itu adalah sikap kita.
Sikap kita dibangun dari kebiasan, teman, lingkungan dan keluarga. Untuk itu sebaiknya kita menekan sikap-sikap yang dapat membawa kearah yang tidak baik. Ketika kita berada pada sebuah komunitas yang baru, sikap merupakan tolak ukur bagi orang lain untuk menilai diri kita, sehingga kesan pertama dapat memberikan beragam respon terhadap kita.
Ketika kita dapat menentukan sikap kita, kita lebih bisa untuk menentukan hal-hal yang harus dilakukan terlebih dahulu. Setiap individu memilik banyak kepentingan yang berbeda-beda. Maka dengan SIKAP yang baik kita lebih berpendirian dan tegas dalam memilih kepentingan yang harus diprioritaskan.
Dengan demikian, setelah kita memiliki sikap yang baik dan terarah, kepercayaan diri timbul dengan sendirinya, memiliki kepercayaan diri yang didasari dengan tanggung jawab yang benar pula. Sikap menjadi tolak ukur dalam kepercayaan diri seseorang, Hal ini dapat berpengaruh pada sikap kita terhadap komunitas sekitar kita, begitu juga dengan sikap kita dalam berkomunikasi satu sama lain.
Intinya adalah keseimbangan dalam segala hal itu lebih baik, dari pada ambisi dan semangat juang tinggi tanpa kesadaran akan SIKAP kita. Semoga hal ini dapat membawa peningkatan moral dalam kehidupan kita sehari-hari. Dan tidak gamang dalam menentukan segala hal yang memang harus disikapi..
Seuteres ….
Tuesday, 18 January 2011
Marah Mu
Seandainya saja kamu tidak marah, mungkin aku takkan pernah tahu bagaimana cara memadamkan kemarahan didada mu. Ketika aku melihat kamu marah, aku berusaha mencari solusi dengan kata-kata yang bijak, sehingga aku bisa meredamkan kemarahan mu dan tahu bagaiman cara menentramkan hati mu.
Dengan marahmu, kutahu arti kehadiran yang sesungguhnya, andai saja suatu saat aku salah bicara, kurang perhatian atau terlalu egois. Maka kuluruskan kata-kata yang terlanjur menyakiti mu, dengan cara yang sangat bijaksana tanpa harus menyalahkan yang belum tentu salah. Sehingga, aku bisa bersama mu lebih lebih lama dan meninggalkan suara ku di hatimu.
Bila marah, marahlah sebentar saja sungguh satu menit rasanya begitu lama, karena marah mu membuat ku gelisah dan perasaan ku merasa bersalah. Maka berilah kesempatan aku untuk bersandar dipundak mu dan menjelaskan kenapa itu harus aku lakukan agar tidak memicu salah pengertian.
Ternyata, ketika marah diluapkan secara berlebih, malah membuat suasana menjadi rumit. Semoga saja dengan kemarahan yang suah terjadi, kita bisa belajar mulai dari sekarang untuk bisa mengelola amarah agar bisa menjalin hubungan yang lebih mantap.
Dengan marahmu, kutahu arti kehadiran yang sesungguhnya, andai saja suatu saat aku salah bicara, kurang perhatian atau terlalu egois. Maka kuluruskan kata-kata yang terlanjur menyakiti mu, dengan cara yang sangat bijaksana tanpa harus menyalahkan yang belum tentu salah. Sehingga, aku bisa bersama mu lebih lebih lama dan meninggalkan suara ku di hatimu.
Bila marah, marahlah sebentar saja sungguh satu menit rasanya begitu lama, karena marah mu membuat ku gelisah dan perasaan ku merasa bersalah. Maka berilah kesempatan aku untuk bersandar dipundak mu dan menjelaskan kenapa itu harus aku lakukan agar tidak memicu salah pengertian.
Ternyata, ketika marah diluapkan secara berlebih, malah membuat suasana menjadi rumit. Semoga saja dengan kemarahan yang suah terjadi, kita bisa belajar mulai dari sekarang untuk bisa mengelola amarah agar bisa menjalin hubungan yang lebih mantap.
Monday, 17 January 2011
Membaca Kepribadian Lewat Tulisan (Grafologi)
Cara membaca kepribadian seseorang dari tulisanya
Grafologi adalah ilmu yang mempelajari karakter seseorang dengan cara menganalisa tulisan tangannya, buku pertama tentang grafologi ditulis oleh Camillo Baldi, seorang dokter asal Itali pada tahun 1622. Tahun 1872, Jean Michon menerbitkan bukunya yang menjadi buku pokok grafologi pada saat itu. Tak lama kemudian, universitas universitas di Eropa mulai memberi gelar Ph.D. atau Master di bidang ini.
Ada dua metode untuk menilai karakter dan kepribadian lewat ilmu ini, yaitu teknik Jerman dan teknik Perancis. Metode Jerman dengan cara melihat secara keseluruhan tulisan seseorang. Sedangkan pada teknik Perancis cenderung menganalisa per huruf lalu digabungkan. Seorang pemula biasanya mempelajari teknik Perancis terlebih dahulu.
Menurut riset, keakuratan analisa grafologi mencapai 80-90%.
Beberapa sifat yang bisa dilihat lewat tulisan seseorang:
1. Arah kemiringan huruf
Ke kanan = ekspresif, emosional
Tegak = menahan diri, emosi sedang
Ke kiri = menutup diri
Ke segala arah dalam 1 kalimat = tidak konsisten
Ke segala arah dalam 1 kata = ada masalah dengan kepribadiannya
2. Bentuk umum huruf-huruf
Bulat atau melingkar = alami, easygoing
Bersudut tajam = agresif, to the point, energi kuat
Bujursangkar = realistis, praktek berdasar pengalaman
Coretan tak beraturan = artistik, tidak punya standar
3. Huruf-huruf bersambung atau tidak
Bersambung seluruhnya = sosial, suka bicara dan bertemu dengan orang banyak
Sebagian bersambung sebagian lepas = pemalu, idealis yang agak sulit membina hubungan (terlebih hubungan spesial).
Lepas seluruhnya = berpikir sebelum bertindak, cerdas, seksama
4. Spasi antar kata
Berjarak tegas = suka berbicara (mungkin orang yang selalu sibuk?)
Rapat/Seolah tidak berjarak = tidak sabaran, percaya diri dan cepat bertindak
5. Jarak vertikal antar baris tulisan
Sangat jauh = terisolasi, menutup diri, bahkan mungkin anti sosial
Cukup berjarak sehingga huruf di baris atas tidak bersentuhan dengan baris di bawahnya = boros, suka bicara
Berjarak rapat sehingga ujung bawah huruf ‘y’, ‘g’, menyentuh ujung atas huruf ‘h’, ‘t’ = organisator yang baik
6. Interpretasi huruf ‘t’
Letak palang (-) pada kail ‘t’
- Cenderung ke kiri = pribadi waspada, tidak mudah percaya
- Tepat di tengah = pribadi yang kurang orisinil tapi sangat bertanggung jawab
- Cenderung ke kanan = pribadi handal, teliti, mampu memimpin
Panjang kail ‘t’ menunjukkan kemampuan potensial untuk mencapai target.
Tinggi-rendah palang (-) pada kail ‘t’
- Rendah = setting target lebih rendah dari kemampuan sebenarnya (kurang percaya diri atau pemalas)
- Tinggi = setting target tinggi tapi juga diimbangi oleh kemampuan
- Di atas kail = setting target lebih tinggi dibanding kemampuan
7. Arah tulisan pada kertas
Naik/menanjak = energik, optimis, tegas
Tetap/lurus = perfeksionis, sulit bergaul
Turun = seorang yang tertekan atau lelah, kemungkinan menutup diri
8. Tekanan saat menulis
Makin kuat tekanan, makin besar intensitas emosional penulisnya
9. Ukuran huruf
Makin kecil huruf yang ditulis, maka makin besar tingkat konsenterasi si penulis, begitu pula sebaliknya.
10. Sedikit tentang huruf “O”
- Adanya rahasia ditunjukkan oleh lingkaran kecil pada huruf “O”
- Kebohongan ditunjukkan oleh lingkaran huruf “O” yang mengarah ke kanan.
sumber: http://fenz-capri.blogspot.com/2010/07/membaca-kepribadian-lewat-tulisan.html
Grafologi adalah ilmu yang mempelajari karakter seseorang dengan cara menganalisa tulisan tangannya, buku pertama tentang grafologi ditulis oleh Camillo Baldi, seorang dokter asal Itali pada tahun 1622. Tahun 1872, Jean Michon menerbitkan bukunya yang menjadi buku pokok grafologi pada saat itu. Tak lama kemudian, universitas universitas di Eropa mulai memberi gelar Ph.D. atau Master di bidang ini.
Ada dua metode untuk menilai karakter dan kepribadian lewat ilmu ini, yaitu teknik Jerman dan teknik Perancis. Metode Jerman dengan cara melihat secara keseluruhan tulisan seseorang. Sedangkan pada teknik Perancis cenderung menganalisa per huruf lalu digabungkan. Seorang pemula biasanya mempelajari teknik Perancis terlebih dahulu.
Menurut riset, keakuratan analisa grafologi mencapai 80-90%.
Beberapa sifat yang bisa dilihat lewat tulisan seseorang:
1. Arah kemiringan huruf
Ke kanan = ekspresif, emosional
Tegak = menahan diri, emosi sedang
Ke kiri = menutup diri
Ke segala arah dalam 1 kalimat = tidak konsisten
Ke segala arah dalam 1 kata = ada masalah dengan kepribadiannya
2. Bentuk umum huruf-huruf
Bulat atau melingkar = alami, easygoing
Bersudut tajam = agresif, to the point, energi kuat
Bujursangkar = realistis, praktek berdasar pengalaman
Coretan tak beraturan = artistik, tidak punya standar
3. Huruf-huruf bersambung atau tidak
Bersambung seluruhnya = sosial, suka bicara dan bertemu dengan orang banyak
Sebagian bersambung sebagian lepas = pemalu, idealis yang agak sulit membina hubungan (terlebih hubungan spesial).
Lepas seluruhnya = berpikir sebelum bertindak, cerdas, seksama
4. Spasi antar kata
Berjarak tegas = suka berbicara (mungkin orang yang selalu sibuk?)
Rapat/Seolah tidak berjarak = tidak sabaran, percaya diri dan cepat bertindak
5. Jarak vertikal antar baris tulisan
Sangat jauh = terisolasi, menutup diri, bahkan mungkin anti sosial
Cukup berjarak sehingga huruf di baris atas tidak bersentuhan dengan baris di bawahnya = boros, suka bicara
Berjarak rapat sehingga ujung bawah huruf ‘y’, ‘g’, menyentuh ujung atas huruf ‘h’, ‘t’ = organisator yang baik
6. Interpretasi huruf ‘t’
Letak palang (-) pada kail ‘t’
- Cenderung ke kiri = pribadi waspada, tidak mudah percaya
- Tepat di tengah = pribadi yang kurang orisinil tapi sangat bertanggung jawab
- Cenderung ke kanan = pribadi handal, teliti, mampu memimpin
Panjang kail ‘t’ menunjukkan kemampuan potensial untuk mencapai target.
Tinggi-rendah palang (-) pada kail ‘t’
- Rendah = setting target lebih rendah dari kemampuan sebenarnya (kurang percaya diri atau pemalas)
- Tinggi = setting target tinggi tapi juga diimbangi oleh kemampuan
- Di atas kail = setting target lebih tinggi dibanding kemampuan
7. Arah tulisan pada kertas
Naik/menanjak = energik, optimis, tegas
Tetap/lurus = perfeksionis, sulit bergaul
Turun = seorang yang tertekan atau lelah, kemungkinan menutup diri
8. Tekanan saat menulis
Makin kuat tekanan, makin besar intensitas emosional penulisnya
9. Ukuran huruf
Makin kecil huruf yang ditulis, maka makin besar tingkat konsenterasi si penulis, begitu pula sebaliknya.
10. Sedikit tentang huruf “O”
- Adanya rahasia ditunjukkan oleh lingkaran kecil pada huruf “O”
- Kebohongan ditunjukkan oleh lingkaran huruf “O” yang mengarah ke kanan.
sumber: http://fenz-capri.blogspot.com/2010/07/membaca-kepribadian-lewat-tulisan.html
Sunday, 16 January 2011
Status Mu
Jam menuju pukul 5.22, namun aku tidak bisa tidur pikiran ku melayang kemana-mana. Tidak seperti malam yang biasa kulewati, rasa gelisah pun setiap detik terbenak dalam pikiran, tapi aku bingung apa yang sebenarnya aku pikir. Kalo memang ini sudah ditakdirkan kenapa aku tidak pasrah dan yakin, kenapa hati ku harus gundah.
Kemudian berusah berbaring kembali, namun tetap saja tidak bisa dikarena dibenakku selalu terlintasi status-status itu. Padahal sebelumnya tidak pernah terpikirkan olehku, bahkan aku anggap status itu hanya iseng-iseng,dan bagiku semua itu bukan lagi hal yang aneh. tapi, entahlah .. kenapa batin ku berontak dan bertanya-tanya. aku selalu mencoba untuk menganalisa apa yang sebenarnya dibalik status itu. Bagaimanapun ini harus kulakukan sehingga suatu saat tidak ada yang saling menyalahkan.
semakin hari analisa ku rasanya semakin tepat, disaat aku berbicara dengannya selalu aku sentuh dengan status itu, walaupun dia selalu mengalihkan pembicaraan. tapi aku sangat memahami semua itu, karena hal tersebut sangat pribadi. Ketika keinginan kuat hati ku ingin tahu, apa yang sebenarnya yang sedang dia alami. akhirnya, aku mencoba memberanikan diri bertanya bertanya tentang status-status yang pernah di tulis.
seperti biasa sebelum ngobrol panjang dengan dia, maka aku selalu berusa membuat dia tegar dan menasehati supaya tidak salah menafsirkan setiap obrolan dan pertanyaan yang aku ajukan, agar terhindar dari pikiran negatif terhadap diriku. karena sanat yakin dia sebenarnya juga memahami kenapa aku bertanya tentang itu. sebenarnya, masalah yang dialami juga sering dialami oleh orang lain, jadi tidak canggung ketika mencoba berbagai cerita.
Akhirnya, semua kegelisahan aku selama ini terjawab. apa yang selama ini aku analisa tertanyata tidak meleset, ketika mendengar apa yang dia ceritakan. walaupun sebelumnya pikiran ku berpikir negatif dengan statusnya. berdasarkan beberapa status yang membuat ku bingung, lalu kucoba berpikir positif dan menganalisa kembali.
Ternyata, ketika kita tidak berani bertanya mungkin kita akan larut dalam pikiran negatif, seperti pepatah " Jika tidak berani bertanya, maka akan sesat dijalan".kemudian aku tersenyum dan hati pun ikut tenang. tiba-tiba hatiku berkata " Luarbiasa dia, sangat bijaksana dan tidak miliki oleh orang lain". dan mampu bertahan tanpa rasa putus asa.
Mudah-mudahan semua yang aku lakukan adalah yang terbaik, begitupun dengan dia tidak merasa aneh dengan pertanyaan ku. Bagaimana pun ini demi kemaslahatan bersama, sehingga tidak menimbul keragu-raguan sebelum melangkah lebih jauh. Semoga ini akan menjadi kenang-kenangan dalam hidupku ...
Bismillahi awwalu wal akhiru
Kemudian berusah berbaring kembali, namun tetap saja tidak bisa dikarena dibenakku selalu terlintasi status-status itu. Padahal sebelumnya tidak pernah terpikirkan olehku, bahkan aku anggap status itu hanya iseng-iseng,dan bagiku semua itu bukan lagi hal yang aneh. tapi, entahlah .. kenapa batin ku berontak dan bertanya-tanya. aku selalu mencoba untuk menganalisa apa yang sebenarnya dibalik status itu. Bagaimanapun ini harus kulakukan sehingga suatu saat tidak ada yang saling menyalahkan.
semakin hari analisa ku rasanya semakin tepat, disaat aku berbicara dengannya selalu aku sentuh dengan status itu, walaupun dia selalu mengalihkan pembicaraan. tapi aku sangat memahami semua itu, karena hal tersebut sangat pribadi. Ketika keinginan kuat hati ku ingin tahu, apa yang sebenarnya yang sedang dia alami. akhirnya, aku mencoba memberanikan diri bertanya bertanya tentang status-status yang pernah di tulis.
seperti biasa sebelum ngobrol panjang dengan dia, maka aku selalu berusa membuat dia tegar dan menasehati supaya tidak salah menafsirkan setiap obrolan dan pertanyaan yang aku ajukan, agar terhindar dari pikiran negatif terhadap diriku. karena sanat yakin dia sebenarnya juga memahami kenapa aku bertanya tentang itu. sebenarnya, masalah yang dialami juga sering dialami oleh orang lain, jadi tidak canggung ketika mencoba berbagai cerita.
Akhirnya, semua kegelisahan aku selama ini terjawab. apa yang selama ini aku analisa tertanyata tidak meleset, ketika mendengar apa yang dia ceritakan. walaupun sebelumnya pikiran ku berpikir negatif dengan statusnya. berdasarkan beberapa status yang membuat ku bingung, lalu kucoba berpikir positif dan menganalisa kembali.
Ternyata, ketika kita tidak berani bertanya mungkin kita akan larut dalam pikiran negatif, seperti pepatah " Jika tidak berani bertanya, maka akan sesat dijalan".kemudian aku tersenyum dan hati pun ikut tenang. tiba-tiba hatiku berkata " Luarbiasa dia, sangat bijaksana dan tidak miliki oleh orang lain". dan mampu bertahan tanpa rasa putus asa.
Mudah-mudahan semua yang aku lakukan adalah yang terbaik, begitupun dengan dia tidak merasa aneh dengan pertanyaan ku. Bagaimana pun ini demi kemaslahatan bersama, sehingga tidak menimbul keragu-raguan sebelum melangkah lebih jauh. Semoga ini akan menjadi kenang-kenangan dalam hidupku ...
Bismillahi awwalu wal akhiru
Subscribe to:
Posts (Atom)
Tong A Fie - Orang Terkaya Asal Medan
Bila di Jawa kita mengenal Oei tiong ham. maka di sumatra juga punya kisah tragis yang lebih menyentuh bak telenovela namun ini adalah kisa...
-
Bila di Jawa kita mengenal Oei tiong ham. maka di sumatra juga punya kisah tragis yang lebih menyentuh bak telenovela namun ini adalah kisa...