Seandainya saja kamu tidak marah, mungkin aku takkan pernah tahu bagaimana cara memadamkan kemarahan didada mu. Ketika aku melihat kamu marah, aku berusaha mencari solusi dengan kata-kata yang bijak, sehingga aku bisa meredamkan kemarahan mu dan tahu bagaiman cara menentramkan hati mu.
Dengan marahmu, kutahu arti kehadiran yang sesungguhnya, andai saja suatu saat aku salah bicara, kurang perhatian atau terlalu egois. Maka kuluruskan kata-kata yang terlanjur menyakiti mu, dengan cara yang sangat bijaksana tanpa harus menyalahkan yang belum tentu salah. Sehingga, aku bisa bersama mu lebih lebih lama dan meninggalkan suara ku di hatimu.
Bila marah, marahlah sebentar saja sungguh satu menit rasanya begitu lama, karena marah mu membuat ku gelisah dan perasaan ku merasa bersalah. Maka berilah kesempatan aku untuk bersandar dipundak mu dan menjelaskan kenapa itu harus aku lakukan agar tidak memicu salah pengertian.
Ternyata, ketika marah diluapkan secara berlebih, malah membuat suasana menjadi rumit. Semoga saja dengan kemarahan yang suah terjadi, kita bisa belajar mulai dari sekarang untuk bisa mengelola amarah agar bisa menjalin hubungan yang lebih mantap.
Showing posts with label RENUNGAN. Show all posts
Showing posts with label RENUNGAN. Show all posts
Tuesday, 18 January 2011
Sunday, 16 January 2011
Status Mu
Jam menuju pukul 5.22, namun aku tidak bisa tidur pikiran ku melayang kemana-mana. Tidak seperti malam yang biasa kulewati, rasa gelisah pun setiap detik terbenak dalam pikiran, tapi aku bingung apa yang sebenarnya aku pikir. Kalo memang ini sudah ditakdirkan kenapa aku tidak pasrah dan yakin, kenapa hati ku harus gundah.
Kemudian berusah berbaring kembali, namun tetap saja tidak bisa dikarena dibenakku selalu terlintasi status-status itu. Padahal sebelumnya tidak pernah terpikirkan olehku, bahkan aku anggap status itu hanya iseng-iseng,dan bagiku semua itu bukan lagi hal yang aneh. tapi, entahlah .. kenapa batin ku berontak dan bertanya-tanya. aku selalu mencoba untuk menganalisa apa yang sebenarnya dibalik status itu. Bagaimanapun ini harus kulakukan sehingga suatu saat tidak ada yang saling menyalahkan.
semakin hari analisa ku rasanya semakin tepat, disaat aku berbicara dengannya selalu aku sentuh dengan status itu, walaupun dia selalu mengalihkan pembicaraan. tapi aku sangat memahami semua itu, karena hal tersebut sangat pribadi. Ketika keinginan kuat hati ku ingin tahu, apa yang sebenarnya yang sedang dia alami. akhirnya, aku mencoba memberanikan diri bertanya bertanya tentang status-status yang pernah di tulis.
seperti biasa sebelum ngobrol panjang dengan dia, maka aku selalu berusa membuat dia tegar dan menasehati supaya tidak salah menafsirkan setiap obrolan dan pertanyaan yang aku ajukan, agar terhindar dari pikiran negatif terhadap diriku. karena sanat yakin dia sebenarnya juga memahami kenapa aku bertanya tentang itu. sebenarnya, masalah yang dialami juga sering dialami oleh orang lain, jadi tidak canggung ketika mencoba berbagai cerita.
Akhirnya, semua kegelisahan aku selama ini terjawab. apa yang selama ini aku analisa tertanyata tidak meleset, ketika mendengar apa yang dia ceritakan. walaupun sebelumnya pikiran ku berpikir negatif dengan statusnya. berdasarkan beberapa status yang membuat ku bingung, lalu kucoba berpikir positif dan menganalisa kembali.
Ternyata, ketika kita tidak berani bertanya mungkin kita akan larut dalam pikiran negatif, seperti pepatah " Jika tidak berani bertanya, maka akan sesat dijalan".kemudian aku tersenyum dan hati pun ikut tenang. tiba-tiba hatiku berkata " Luarbiasa dia, sangat bijaksana dan tidak miliki oleh orang lain". dan mampu bertahan tanpa rasa putus asa.
Mudah-mudahan semua yang aku lakukan adalah yang terbaik, begitupun dengan dia tidak merasa aneh dengan pertanyaan ku. Bagaimana pun ini demi kemaslahatan bersama, sehingga tidak menimbul keragu-raguan sebelum melangkah lebih jauh. Semoga ini akan menjadi kenang-kenangan dalam hidupku ...
Bismillahi awwalu wal akhiru
Kemudian berusah berbaring kembali, namun tetap saja tidak bisa dikarena dibenakku selalu terlintasi status-status itu. Padahal sebelumnya tidak pernah terpikirkan olehku, bahkan aku anggap status itu hanya iseng-iseng,dan bagiku semua itu bukan lagi hal yang aneh. tapi, entahlah .. kenapa batin ku berontak dan bertanya-tanya. aku selalu mencoba untuk menganalisa apa yang sebenarnya dibalik status itu. Bagaimanapun ini harus kulakukan sehingga suatu saat tidak ada yang saling menyalahkan.
semakin hari analisa ku rasanya semakin tepat, disaat aku berbicara dengannya selalu aku sentuh dengan status itu, walaupun dia selalu mengalihkan pembicaraan. tapi aku sangat memahami semua itu, karena hal tersebut sangat pribadi. Ketika keinginan kuat hati ku ingin tahu, apa yang sebenarnya yang sedang dia alami. akhirnya, aku mencoba memberanikan diri bertanya bertanya tentang status-status yang pernah di tulis.
seperti biasa sebelum ngobrol panjang dengan dia, maka aku selalu berusa membuat dia tegar dan menasehati supaya tidak salah menafsirkan setiap obrolan dan pertanyaan yang aku ajukan, agar terhindar dari pikiran negatif terhadap diriku. karena sanat yakin dia sebenarnya juga memahami kenapa aku bertanya tentang itu. sebenarnya, masalah yang dialami juga sering dialami oleh orang lain, jadi tidak canggung ketika mencoba berbagai cerita.
Akhirnya, semua kegelisahan aku selama ini terjawab. apa yang selama ini aku analisa tertanyata tidak meleset, ketika mendengar apa yang dia ceritakan. walaupun sebelumnya pikiran ku berpikir negatif dengan statusnya. berdasarkan beberapa status yang membuat ku bingung, lalu kucoba berpikir positif dan menganalisa kembali.
Ternyata, ketika kita tidak berani bertanya mungkin kita akan larut dalam pikiran negatif, seperti pepatah " Jika tidak berani bertanya, maka akan sesat dijalan".kemudian aku tersenyum dan hati pun ikut tenang. tiba-tiba hatiku berkata " Luarbiasa dia, sangat bijaksana dan tidak miliki oleh orang lain". dan mampu bertahan tanpa rasa putus asa.
Mudah-mudahan semua yang aku lakukan adalah yang terbaik, begitupun dengan dia tidak merasa aneh dengan pertanyaan ku. Bagaimana pun ini demi kemaslahatan bersama, sehingga tidak menimbul keragu-raguan sebelum melangkah lebih jauh. Semoga ini akan menjadi kenang-kenangan dalam hidupku ...
Bismillahi awwalu wal akhiru
Tuesday, 13 January 2009
Haruskah Aku Mengeluh?
Haruskah aku mengeluh? Sementara Allah memberikan nikmat
Islam kepadaku. Nikmat yang menerangi jalanku. Nikmat yang
menunjukan jalan menuju keselamatan. Nikmat yang memberi
petunjuk untuk sukses dunia akhirat.
Haruskah aku mengeluh? Sementara aku dianugrahi orang tua
yang bijak. Yang menjadi inspirasi hidupku. Yang
membimbingku ke arah hidup yang lebih baik. Yang
membesarkanku dan membimbingku. Yang tidak pernah lelah
menjaga dan merawat agar aku tumbuh sehat, kuat, dan
cerdas. Yang rela berkorban demi kebaikanku.
Haruskah aku mengeluh? Sementara aku dijodohkan dengan
seorang istri yang cantik dan penyabar. Yang selalu
menemani suka maupun duka. Yang selalu mendoakanku sehabis
shalat. Yang selalu memberikan dorongan agar aku terus
bergerak. Yang memberikan kekuatan saat aku lemah. Yang
tanpa lelah melayani keperluanku.
Haruskah aku mengeluh? Sementara aku dilahirkan ditengah
saudara-saudara yang baik hati. Saudara yang suka menghibur
aku, saudara yang selalu siap menolong aku. Saudara yang
sering aku mintai nasihat dan pendapat. Saudara-saudara
yang secara bersama berjuang demi kebaikan bersama.
Saudara-saudara yang membuat aku berani menjalani hidup.
Haruskah aku mengeluh? Sementara aku diberikan banyak
kelebihan. Aku memiliki kemampuan belajar, aku memiliki
kemampuan bicara, aku memiliki kemampuan menulis, dan
keyakinan bahwa masih bisa memiliki kemampuan-kemampuan
yang lainnya.
Dan masih banyak nikmat-nikmat dari Allah yang tidak bisa
aku sebutkan, banyak sekali bahkan tidak akan terhitung.
Ternyata tidak ada alasan untuk mengeluh.
Rahmat Motivasi Islami
Islam kepadaku. Nikmat yang menerangi jalanku. Nikmat yang
menunjukan jalan menuju keselamatan. Nikmat yang memberi
petunjuk untuk sukses dunia akhirat.
Haruskah aku mengeluh? Sementara aku dianugrahi orang tua
yang bijak. Yang menjadi inspirasi hidupku. Yang
membimbingku ke arah hidup yang lebih baik. Yang
membesarkanku dan membimbingku. Yang tidak pernah lelah
menjaga dan merawat agar aku tumbuh sehat, kuat, dan
cerdas. Yang rela berkorban demi kebaikanku.
Haruskah aku mengeluh? Sementara aku dijodohkan dengan
seorang istri yang cantik dan penyabar. Yang selalu
menemani suka maupun duka. Yang selalu mendoakanku sehabis
shalat. Yang selalu memberikan dorongan agar aku terus
bergerak. Yang memberikan kekuatan saat aku lemah. Yang
tanpa lelah melayani keperluanku.
Haruskah aku mengeluh? Sementara aku dilahirkan ditengah
saudara-saudara yang baik hati. Saudara yang suka menghibur
aku, saudara yang selalu siap menolong aku. Saudara yang
sering aku mintai nasihat dan pendapat. Saudara-saudara
yang secara bersama berjuang demi kebaikan bersama.
Saudara-saudara yang membuat aku berani menjalani hidup.
Haruskah aku mengeluh? Sementara aku diberikan banyak
kelebihan. Aku memiliki kemampuan belajar, aku memiliki
kemampuan bicara, aku memiliki kemampuan menulis, dan
keyakinan bahwa masih bisa memiliki kemampuan-kemampuan
yang lainnya.
Dan masih banyak nikmat-nikmat dari Allah yang tidak bisa
aku sebutkan, banyak sekali bahkan tidak akan terhitung.
Ternyata tidak ada alasan untuk mengeluh.
Rahmat Motivasi Islami
Tuesday, 28 October 2008
COBAAN HIDUP
Hidup sesorang tidak terlepas dari cobaan dan ujian. Berbagai macam cobaan yang dialami, ada yang diuji dengan kesenangan begitu sebaliknya. Namun ketika cobaan dan ujian datang kita selalu menyalahkan Allah tidak berlaku adil terhadap kita, mungkin ini sudah menjadi karakter manusia ketika diberi kesenangan kita merasakan Allah telah meinggikan derajat kita, tapi ketika diberikan kesusahan dan kesakitan, kita selalu merasakan Allah tidak berlaku adil terhadap kita.
Tapi, kita sering lupa ketika ujian datang, kita selalu menyalahkan orang lain dan juga sering menyalahkan diri sendiri, hingga cobaan yang di uji selalu membuatkan kita tidak berfikir dengan rasional. Ketika ujian itu belum terjadi, mengapa jiwa kita belum sepenuhnya melakukan segala yang engkau perintahkan, begitu banyak keangkuhan dari banyaknya dosa yang masih hamba lakukan, begitu banyak nikmat yang belum hamba syukuri.
Ketika kita mau berfikir secara objective, sebenarnya ujian dapat mengajar kita lebih matang dalam kehidupan, dan ini menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk memanage diri kita sendiri, dengan ujialah kita dapat mengenal diri sendiri dan semakin sabar dalam menjalani kehidupan.
Sesungguhnya Allah akan menguji hambanya itu berdasarkan keimanannya. Jika iman kita kuat maka ujian yang kita terima juga berat. Sebailknya, jika iman kita lemah maka ujian yang akan kita terima juga ringan. Karena Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya.
Sudah sepatutnya kita mengangap bahawa cobaan dan ujian dari Allah adalah buat bekal kita bawa kelak ditempat yang abadi. dan setiap cobaan dan ujian kepada kita semoga dapat menginstropeksi diri kita masing2, sejauh mana kita telah mensyukuri nikmat-NYA . amin ya rabbal alamin ……………
Lain syakartum laaziidannakum, wa lain kafartum inna 'adzaabii lasyadiid
Tapi, kita sering lupa ketika ujian datang, kita selalu menyalahkan orang lain dan juga sering menyalahkan diri sendiri, hingga cobaan yang di uji selalu membuatkan kita tidak berfikir dengan rasional. Ketika ujian itu belum terjadi, mengapa jiwa kita belum sepenuhnya melakukan segala yang engkau perintahkan, begitu banyak keangkuhan dari banyaknya dosa yang masih hamba lakukan, begitu banyak nikmat yang belum hamba syukuri.
Ketika kita mau berfikir secara objective, sebenarnya ujian dapat mengajar kita lebih matang dalam kehidupan, dan ini menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk memanage diri kita sendiri, dengan ujialah kita dapat mengenal diri sendiri dan semakin sabar dalam menjalani kehidupan.
Sesungguhnya Allah akan menguji hambanya itu berdasarkan keimanannya. Jika iman kita kuat maka ujian yang kita terima juga berat. Sebailknya, jika iman kita lemah maka ujian yang akan kita terima juga ringan. Karena Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya.
Sudah sepatutnya kita mengangap bahawa cobaan dan ujian dari Allah adalah buat bekal kita bawa kelak ditempat yang abadi. dan setiap cobaan dan ujian kepada kita semoga dapat menginstropeksi diri kita masing2, sejauh mana kita telah mensyukuri nikmat-NYA . amin ya rabbal alamin ……………
Lain syakartum laaziidannakum, wa lain kafartum inna 'adzaabii lasyadiid
Thursday, 23 October 2008
NASEHAT
1. QS. Al-Ashr: 1-3
"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beramal saleh dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran."
2. HR. Ibnu Majah
"Rasulullah SAW bersabda, 'Berusahalah mengejar apa-apa yang bermanfaat untuk dirimu. Janganlah engkau bersikap lemah. Bila engkau ditimpa sesuatu janganlah engkau berkata, 'seandainya aku berbuat begini atau begitu,' tetapi katakan, 'segalanya adalah telah Allah tentukan. Apa yang Dia kehendaki pasti Dia lakukan.' Karena sesungguhnya kata-kata 'seandainya' itu bisa membuka pintu syetan."
3. HR. Ibnu Majah
"Suatu hari Rasulullah SAW menjelaskan kepada para sahabat, “Sesungguhnya apabila Allah ingin membinasakan seseorang maka Allah cabut rasa malu dari diri orang itu. Bila telah tercabut rasa malu dari orang itu maka tidak engkau dapati orang itu kecuali sangat keras dan kasar. Bila begitu keadaannya maka akan dicabut rasa amanah dari orang itu. Lalu tidak engkau dapati ia kecuali sebagai pengkhianat. Kalau sudah begitu akan dicabut rasa kasih sayang dari dirinya. Maka tidak engkau dapati ia kecuali terkutuk. Kalau sudah begitu akan dicabut tali-tali Islam dari dirinya.”"
4. Pesan Ali bin Abi Thalib kepada Hasan setelah Ali ditikam
"Wahai putraku, hafalkan empat hal dariku: Janganlah kamu bersahabat dengan orang bodoh karena ia akan memanfaatkan dirimu dan itu akan membahayakanmu. Janganlah kamu bersahabat dengan seorang pendusta karena ia akan mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat kepadamu. Janganlah kamu bersahabat dengan orang yang bakhil karena ia akan mendiamkanmu pada saat engkau sangat membutuhkannya. Dan janganlah kamu bergaul dengan orang yang gemar melakukan dosa karena ia akan menjualmu dengan sesuatu yang sepele."
5. QS. Ash-Shaaffaat: 16-19
"Apakah apabila kami telah mati dan telah menjadi tanah serta menjadi tulang, apakah benar-benar kami akan dibangkitkan (kembali)? Dan apakah bapak-bapak kami yang telah terdahulu (akan dibangkitkan pula)? Katakanlah, ’Ya, dan kamu akan terhina’. Maka sesungguhnya kebangkitan itu hanya satu teriakan saja, maka tiba-tiba mereka melihatnya."
6. Imam Al-Ghazali
"Yang paling dekat dengan diri kita adalah kematian, yang paling jauh dari diri kita adalah masa lalu, yang paling besar di dunia ini adalah nafsu, yang paling berat di dunia ini adalah amanah, yang paling ringan di dunia ini adalah meninggalkan sholat, yang paling tajam di dunia ini adalah lidah manusia."
7. QS. Al-Maaidah:51
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim."
8. QS. Al-Hadid: 22-23
"Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu)supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri."
9. QS. At-Taubah: 23
"Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu menjadi pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan. Dan siapa di antara kamu menjadikan mereka pemimpin, maka mereka itulah orang-orang yang zalim."
10. HR. Muslim
"Tidak ada seorang muslim yang tertimpa musibah, lalu mengucapkan doa yang diperintahkan Allah, yaitu, ’Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nya kami akan kembali, ya Allah, berikanlah pahala dalam musibahku ini, dan berikanlah ganti dengan yang lebih baik darinya,’ kecuali Allah SWT akan memberikan pahala kepadanya atas musibah yang menimpanya, dan akan menggantinya dengan yang lebih baik darinya."
"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beramal saleh dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran."
2. HR. Ibnu Majah
"Rasulullah SAW bersabda, 'Berusahalah mengejar apa-apa yang bermanfaat untuk dirimu. Janganlah engkau bersikap lemah. Bila engkau ditimpa sesuatu janganlah engkau berkata, 'seandainya aku berbuat begini atau begitu,' tetapi katakan, 'segalanya adalah telah Allah tentukan. Apa yang Dia kehendaki pasti Dia lakukan.' Karena sesungguhnya kata-kata 'seandainya' itu bisa membuka pintu syetan."
3. HR. Ibnu Majah
"Suatu hari Rasulullah SAW menjelaskan kepada para sahabat, “Sesungguhnya apabila Allah ingin membinasakan seseorang maka Allah cabut rasa malu dari diri orang itu. Bila telah tercabut rasa malu dari orang itu maka tidak engkau dapati orang itu kecuali sangat keras dan kasar. Bila begitu keadaannya maka akan dicabut rasa amanah dari orang itu. Lalu tidak engkau dapati ia kecuali sebagai pengkhianat. Kalau sudah begitu akan dicabut rasa kasih sayang dari dirinya. Maka tidak engkau dapati ia kecuali terkutuk. Kalau sudah begitu akan dicabut tali-tali Islam dari dirinya.”"
4. Pesan Ali bin Abi Thalib kepada Hasan setelah Ali ditikam
"Wahai putraku, hafalkan empat hal dariku: Janganlah kamu bersahabat dengan orang bodoh karena ia akan memanfaatkan dirimu dan itu akan membahayakanmu. Janganlah kamu bersahabat dengan seorang pendusta karena ia akan mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat kepadamu. Janganlah kamu bersahabat dengan orang yang bakhil karena ia akan mendiamkanmu pada saat engkau sangat membutuhkannya. Dan janganlah kamu bergaul dengan orang yang gemar melakukan dosa karena ia akan menjualmu dengan sesuatu yang sepele."
5. QS. Ash-Shaaffaat: 16-19
"Apakah apabila kami telah mati dan telah menjadi tanah serta menjadi tulang, apakah benar-benar kami akan dibangkitkan (kembali)? Dan apakah bapak-bapak kami yang telah terdahulu (akan dibangkitkan pula)? Katakanlah, ’Ya, dan kamu akan terhina’. Maka sesungguhnya kebangkitan itu hanya satu teriakan saja, maka tiba-tiba mereka melihatnya."
6. Imam Al-Ghazali
"Yang paling dekat dengan diri kita adalah kematian, yang paling jauh dari diri kita adalah masa lalu, yang paling besar di dunia ini adalah nafsu, yang paling berat di dunia ini adalah amanah, yang paling ringan di dunia ini adalah meninggalkan sholat, yang paling tajam di dunia ini adalah lidah manusia."
7. QS. Al-Maaidah:51
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim."
8. QS. Al-Hadid: 22-23
"Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu)supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri."
9. QS. At-Taubah: 23
"Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu menjadi pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan. Dan siapa di antara kamu menjadikan mereka pemimpin, maka mereka itulah orang-orang yang zalim."
10. HR. Muslim
"Tidak ada seorang muslim yang tertimpa musibah, lalu mengucapkan doa yang diperintahkan Allah, yaitu, ’Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nya kami akan kembali, ya Allah, berikanlah pahala dalam musibahku ini, dan berikanlah ganti dengan yang lebih baik darinya,’ kecuali Allah SWT akan memberikan pahala kepadanya atas musibah yang menimpanya, dan akan menggantinya dengan yang lebih baik darinya."
Subscribe to:
Posts (Atom)
Tong A Fie - Orang Terkaya Asal Medan
Bila di Jawa kita mengenal Oei tiong ham. maka di sumatra juga punya kisah tragis yang lebih menyentuh bak telenovela namun ini adalah kisa...
-
Bila di Jawa kita mengenal Oei tiong ham. maka di sumatra juga punya kisah tragis yang lebih menyentuh bak telenovela namun ini adalah kisa...