Showing posts with label Politik. Show all posts
Showing posts with label Politik. Show all posts

Wednesday, 12 January 2011

Keputusan Terbaik

Ketika kita ragu-ragu membuat keputusan yang keliru, sebenarnya kita memiliki keinginan untuk mengantisipasi agar tidak terjadinya kegagalan. Tapi menghindari atau menunda sebuah keputusan, mengingat akan adanya ketakutan pada persoalan yang akan muncul, justru menbuat kita terbenam pada pola berpikir negatif.

ketika kita dihantui oleh rasas ketakutan, mungkin akan mendorong kita kepada hal yang negatif. Jika kita menghindari membuat sebuah keputusan, maka dapat membuat kita menjadi pengamat pasif dan menjadi korban, sehingga timbul penyesalan dikemudia hari.

kadangkala sukses datang dari tindakan yang diambil. Langkah pertama kita harus membuat keputusan untuk melakukannya. Lalu kita akan mecoba mempelajari kembali untuk langkah selanjutnya, karena ini sangat menuntukan. Apalagi keputusan awal tidak begitu bahaya dan masih ada jalan untuk diselamatkan.

Maka tidak perlu takut membuat "keputusan keliru" daripada kita tidak
memutuskan sama sekali. Terkadang kita tidak dapat membuat keputusan yang begitu sempurna. Tapi, carilah keputusan yang terbaik. Pelajarilah hal itu pada
arah yang kita capaikan, yang memang menjadi pilihan kita pada
saat itu.

Kalau memang itu untuk yang terbaik, jangan pernah ragu dan buatlah keputusan. Dan ambil tindakan segera mungkin. Jika memang keputusan itu melenceng, maka segera mungkin untuk mengoreksinya. Semoga kita menjadi pemikir positif, sehingga bisa menjadi masa depan kita bersama.

Mari sama-sama kita berpikir positif. Karena apapun keputusan kita merupakan itu yang terbaik saat ini, hilangkan keraguan dan jadikan ini moment untuk kedepan. Jika memang ingin meraih kemenangan dapatkan itu semua dengan tujuan kebersamaan. Maka ketika keputusan itu berpihak kepada kita, saat itulah kemenangan milik kita bersama. Wallah wa’lam bissawab ........

Saturday, 8 January 2011

MAFIA POLITIK BERGENTAYANGAN

Pemilkuda sudah mendekati, rame-rame disibukan dengan calon yang akan diusung. Begitu banyak calon yang bakal muncul untuk menjadi Gubernur, Walikotan dan Bupati. Masing-masing melakukan loby-lobi dengan siapapun yang dianggap punya nilai lebih untuk memudahkan jalan dalam pemilukada.

Maka tak ayal dengan berbagai strategi digunakan untuk merebut kekuasaan. Anehnya, hampir semua calon di backup oleh kelompok yang mempunyai kepentingan kekuasaan dan politiknya. Dan tidak pernah terlintas dibenak mereka untuk memikirkan perubahan, juga selalu menggukan kata-kata manis seakan-akan mereka ingin melalukan perubahan dan mampu melakukannya.

seyogiayanya, mereka tidak harus mengorbankan rakyat demi kepentingan pribadi dan politiknya. Tapi memang ini realitanya yang sedang terjadi, karena sebelumnya mereka sudah melakukan komitmen dengan donatur dan timses yang mengusung mereka untuk dijadikan alat kekuasaan oleh para “mafia politik’. Sehingga harus patuh dengan komitmen yang sudah mereka tanda tangani dengan dalih karena mereka sudah banyak mengeluarkan uang untuk memenangkannya.

Jadi, tidak heran jika ketika mereka yang terpilih tidak berpihak pada kita. Karena mereka terikat dengan komitmen yang sudah disepakati. Ketika mereka melakukan kampanye mereka berjanji ingin melakukan perubahan bahkan tidak segan-segan mereka berjanji akan berpihak kepada rakyat. Tapi apa yang terjadi ketika mereka sudah terpilih alhasil tetap seperti sebelumnya.

Disinilah dibutuhkan kejelihan kita untuk menentukan pilihan, karena apapun program yang dicanangkan dalam kampanye itu hanyalah formalitas. Maka, kita jangan mudah mempercayai dengan janji-janji yang diungkapkan disaat kampanye ini memang sudah dikemas dengan rapi untuk dijual dan menarik simpati agar mereka bisa memenangkannya.

Yang perlu diingat, ketika mafia politik bergerilya untuk memenangkan kepentingan pribadi atau politiknya. Dengan kekuasaan yang dimilikinya maka para penegak hukum bisa dikendalikan. Maka, yang salah bisa benar dan yang benar bisa salah. Apalagi, mafia politik juga bisa disuap oleh para mafia hukum dan mafia pajak. Dengan demikian, mafia politik bisa melindungi kepentingan para mafia hukum dan mafia pajak.

Bagi mereka dengan kekuasaan yang dimilikinya mampu membungkam siapa saja. Begitu banyak kasus-kasus yang tidak pernah terungkap karena seluruh jajaran tunduk kepada jajaran politik yang lebih tinggi. Pada dasarnya, pucuk pimpinan adalah para mafia politik yang mempunyai kekuasaan untuk mengendalikan hukum. Banyak kasus besar di negeri ini menguap akibat ulah para mafia politik.

Semoga saja kita tidak terjebak dari praktek-pratik mafia politik. Sebenarnya politik itu tidak jahat, karena padasarnya politik itu tujuannya untuk kemaslahatan ummat. Namun yang sangat kita sayangkan, mereka yang tidak punya hati nurani sama sekali, yang hanya ingin mengambil keuntungan diatas kesusah rakyat demi memperkaya kelompok dan diri mereka sendiri.

Tong A Fie - Orang Terkaya Asal Medan

Bila di Jawa kita mengenal Oei tiong ham. maka di sumatra juga punya kisah tragis yang lebih menyentuh bak telenovela namun ini adalah kisa...