Monday, 17 January 2011

Membaca Kepribadian Lewat Tulisan (Grafologi)

Cara membaca kepribadian seseorang dari tulisanya

Grafologi adalah ilmu yang mempelajari karakter seseorang dengan cara menganalisa tulisan tangannya, buku pertama tentang grafologi ditulis oleh Camillo Baldi, seorang dokter asal Itali pada tahun 1622. Tahun 1872, Jean Michon menerbitkan bukunya yang menjadi buku pokok grafologi pada saat itu. Tak lama kemudian, universitas universitas di Eropa mulai memberi gelar Ph.D. atau Master di bidang ini.

Ada dua metode untuk menilai karakter dan kepribadian lewat ilmu ini, yaitu teknik Jerman dan teknik Perancis. Metode Jerman dengan cara melihat secara keseluruhan tulisan seseorang. Sedangkan pada teknik Perancis cenderung menganalisa per huruf lalu digabungkan. Seorang pemula biasanya mempelajari teknik Perancis terlebih dahulu.

Menurut riset, keakuratan analisa grafologi mencapai 80-90%.
Beberapa sifat yang bisa dilihat lewat tulisan seseorang:

1. Arah kemiringan huruf
Ke kanan = ekspresif, emosional
Tegak = menahan diri, emosi sedang
Ke kiri = menutup diri
Ke segala arah dalam 1 kalimat = tidak konsisten
Ke segala arah dalam 1 kata = ada masalah dengan kepribadiannya

2. Bentuk umum huruf-huruf
Bulat atau melingkar = alami, easygoing
Bersudut tajam = agresif, to the point, energi kuat
Bujursangkar = realistis, praktek berdasar pengalaman
Coretan tak beraturan = artistik, tidak punya standar

3. Huruf-huruf bersambung atau tidak
Bersambung seluruhnya = sosial, suka bicara dan bertemu dengan orang banyak
Sebagian bersambung sebagian lepas = pemalu, idealis yang agak sulit membina hubungan (terlebih hubungan spesial).
Lepas seluruhnya = berpikir sebelum bertindak, cerdas, seksama

4. Spasi antar kata
Berjarak tegas = suka berbicara (mungkin orang yang selalu sibuk?)
Rapat/Seolah tidak berjarak = tidak sabaran, percaya diri dan cepat bertindak

5. Jarak vertikal antar baris tulisan
Sangat jauh = terisolasi, menutup diri, bahkan mungkin anti sosial
Cukup berjarak sehingga huruf di baris atas tidak bersentuhan dengan baris di bawahnya = boros, suka bicara
Berjarak rapat sehingga ujung bawah huruf ‘y’, ‘g’, menyentuh ujung atas huruf ‘h’, ‘t’ = organisator yang baik

6. Interpretasi huruf ‘t’
Letak palang (-) pada kail ‘t’
- Cenderung ke kiri = pribadi waspada, tidak mudah percaya
- Tepat di tengah = pribadi yang kurang orisinil tapi sangat bertanggung jawab
- Cenderung ke kanan = pribadi handal, teliti, mampu memimpin

Panjang kail ‘t’ menunjukkan kemampuan potensial untuk mencapai target.
Tinggi-rendah palang (-) pada kail ‘t’
- Rendah = setting target lebih rendah dari kemampuan sebenarnya (kurang percaya diri atau pemalas)
- Tinggi = setting target tinggi tapi juga diimbangi oleh kemampuan
- Di atas kail = setting target lebih tinggi dibanding kemampuan

7. Arah tulisan pada kertas
Naik/menanjak = energik, optimis, tegas
Tetap/lurus = perfeksionis, sulit bergaul
Turun = seorang yang tertekan atau lelah, kemungkinan menutup diri

8. Tekanan saat menulis
Makin kuat tekanan, makin besar intensitas emosional penulisnya

9. Ukuran huruf
Makin kecil huruf yang ditulis, maka makin besar tingkat konsenterasi si penulis, begitu pula sebaliknya.

10. Sedikit tentang huruf “O”
- Adanya rahasia ditunjukkan oleh lingkaran kecil pada huruf “O”
- Kebohongan ditunjukkan oleh lingkaran huruf “O” yang mengarah ke kanan.

sumber: http://fenz-capri.blogspot.com/2010/07/membaca-kepribadian-lewat-tulisan.html

Sunday, 16 January 2011

Status Mu

Jam menuju pukul 5.22, namun aku tidak bisa tidur pikiran ku melayang kemana-mana. Tidak seperti malam yang biasa kulewati, rasa gelisah pun setiap detik terbenak dalam pikiran, tapi aku bingung apa yang sebenarnya aku pikir. Kalo memang ini sudah ditakdirkan kenapa aku tidak pasrah dan yakin, kenapa hati ku harus gundah.

Kemudian berusah berbaring kembali, namun tetap saja tidak bisa dikarena dibenakku selalu terlintasi status-status itu. Padahal sebelumnya tidak pernah terpikirkan olehku, bahkan aku anggap status itu hanya iseng-iseng,dan bagiku semua itu bukan lagi hal yang aneh. tapi, entahlah .. kenapa batin ku berontak dan bertanya-tanya. aku selalu mencoba untuk menganalisa apa yang sebenarnya dibalik status itu. Bagaimanapun ini harus kulakukan sehingga suatu saat tidak ada yang saling menyalahkan.

semakin hari analisa ku rasanya semakin tepat, disaat aku berbicara dengannya selalu aku sentuh dengan status itu, walaupun dia selalu mengalihkan pembicaraan. tapi aku sangat memahami semua itu, karena hal tersebut sangat pribadi. Ketika keinginan kuat hati ku ingin tahu, apa yang sebenarnya yang sedang dia alami. akhirnya, aku mencoba memberanikan diri bertanya bertanya tentang status-status yang pernah di tulis.

seperti biasa sebelum ngobrol panjang dengan dia, maka aku selalu berusa membuat dia tegar dan menasehati supaya tidak salah menafsirkan setiap obrolan dan pertanyaan yang aku ajukan, agar terhindar dari pikiran negatif terhadap diriku. karena sanat yakin dia sebenarnya juga memahami kenapa aku bertanya tentang itu. sebenarnya, masalah yang dialami juga sering dialami oleh orang lain, jadi tidak canggung ketika mencoba berbagai cerita.

Akhirnya, semua kegelisahan aku selama ini terjawab. apa yang selama ini aku analisa tertanyata tidak meleset, ketika mendengar apa yang dia ceritakan. walaupun sebelumnya pikiran ku berpikir negatif dengan statusnya. berdasarkan beberapa status yang membuat ku bingung, lalu kucoba berpikir positif dan menganalisa kembali.

Ternyata, ketika kita tidak berani bertanya mungkin kita akan larut dalam pikiran negatif, seperti pepatah " Jika tidak berani bertanya, maka akan sesat dijalan".kemudian aku tersenyum dan hati pun ikut tenang. tiba-tiba hatiku berkata " Luarbiasa dia, sangat bijaksana dan tidak miliki oleh orang lain". dan mampu bertahan tanpa rasa putus asa.

Mudah-mudahan semua yang aku lakukan adalah yang terbaik, begitupun dengan dia tidak merasa aneh dengan pertanyaan ku. Bagaimana pun ini demi kemaslahatan bersama, sehingga tidak menimbul keragu-raguan sebelum melangkah lebih jauh. Semoga ini akan menjadi kenang-kenangan dalam hidupku ...

Bismillahi awwalu wal akhiru

Wednesday, 12 January 2011

Keputusan Terbaik

Ketika kita ragu-ragu membuat keputusan yang keliru, sebenarnya kita memiliki keinginan untuk mengantisipasi agar tidak terjadinya kegagalan. Tapi menghindari atau menunda sebuah keputusan, mengingat akan adanya ketakutan pada persoalan yang akan muncul, justru menbuat kita terbenam pada pola berpikir negatif.

ketika kita dihantui oleh rasas ketakutan, mungkin akan mendorong kita kepada hal yang negatif. Jika kita menghindari membuat sebuah keputusan, maka dapat membuat kita menjadi pengamat pasif dan menjadi korban, sehingga timbul penyesalan dikemudia hari.

kadangkala sukses datang dari tindakan yang diambil. Langkah pertama kita harus membuat keputusan untuk melakukannya. Lalu kita akan mecoba mempelajari kembali untuk langkah selanjutnya, karena ini sangat menuntukan. Apalagi keputusan awal tidak begitu bahaya dan masih ada jalan untuk diselamatkan.

Maka tidak perlu takut membuat "keputusan keliru" daripada kita tidak
memutuskan sama sekali. Terkadang kita tidak dapat membuat keputusan yang begitu sempurna. Tapi, carilah keputusan yang terbaik. Pelajarilah hal itu pada
arah yang kita capaikan, yang memang menjadi pilihan kita pada
saat itu.

Kalau memang itu untuk yang terbaik, jangan pernah ragu dan buatlah keputusan. Dan ambil tindakan segera mungkin. Jika memang keputusan itu melenceng, maka segera mungkin untuk mengoreksinya. Semoga kita menjadi pemikir positif, sehingga bisa menjadi masa depan kita bersama.

Mari sama-sama kita berpikir positif. Karena apapun keputusan kita merupakan itu yang terbaik saat ini, hilangkan keraguan dan jadikan ini moment untuk kedepan. Jika memang ingin meraih kemenangan dapatkan itu semua dengan tujuan kebersamaan. Maka ketika keputusan itu berpihak kepada kita, saat itulah kemenangan milik kita bersama. Wallah wa’lam bissawab ........

Monday, 10 January 2011

Kebohongan

Tiap episode kehidupan kita selalu dihiasi dengan situasi emosi yang tak terduga. Adasaatnya kita bersedih dan adapula kita tersenyum. Sore harinya kita masih tertawa lepas, namun pada malamnya kita sudah menangis tersedu-sedu. Kita selalu Terjebak pada keadaan yang sama. Sama dengan situasi masa lalu. Bahagia jika keadaan itu berupa kepuasan yang kita dapatkan. Ketika yang kita harapkan tidak mendapatkannya, maka kita mencoba untuk menyumbunyikan semua itu.

kadangkala sering masalah yang sedang terjadi ingin dianggap tidak tahu, dan ingin melupakannya ataupun menganggap itu tak ada. Sering hati ingin berbohong, tetapi kenapa begitu susah untuk melakukannya. Lalu kita mencoba untuk mengelak dan pura-pura tidak tahu. Namun tetap saja hati merasa ada yang aneh dan tidak nyaman.

Sehingga muncul berbagai pertanyaan “bagaimana supaya kita bisa berbohong pada diri sendiri dan orang lain?. sebenarnya, hidup hanya akan penuh dengan sandiwara belaka. Walaupun kenyataannya hidup memang sandiwara, dimana kita sebagai dalang dan sekaligus jadi wayangnya. Akhirnya kita lupa semua apa yang sedang kita perankan.

Sandiwara dalam hidup juga bisa disebut kebohongan, karena kita tidak menunjukkan siapa kita sesungguhnya. Namun terkadang kita banyak memiliki peran dalam kehidupan, sehingga kita sendiri lupa mana jati diri kita yang sebenarnya. Lalu kita larut dengan kondisi tersebut dan berusaha untuk menyembunyikan hal-hal tersebut pada orang lain.

Jadi, sangat dibutuhkan mulut dan hati bisa berjalan dengan seiring. Bagaimapun keduanya harus sangat sinkron, jika mulut dan hati tidak berjalan sejajar maka kita selalu terjebak dalam kebohongan. Ketika mulut mayu berbohong, tapi hati tidaklah bisa, karena hati tahu mana yang benar dan mana yang salah.

Maka Jagalah mulutmu, karena mulut dapat membuat kemuliaan ataupun kebinasaan. Gunakan mulutmu supaya menjadi senjata yang memuliakan. Sangatlah berhati-hati pada keduanya, sehingga tidak mudah terjebak dalam hal-hal yang memang belum kita kenal seutuhnya. Berusahalah mulut dan hati untuk berjalan seiring sehingga mudah untuk mengontrol setiap ucapan kita.

Wassalam ………

Saturday, 8 January 2011

MAFIA POLITIK BERGENTAYANGAN

Pemilkuda sudah mendekati, rame-rame disibukan dengan calon yang akan diusung. Begitu banyak calon yang bakal muncul untuk menjadi Gubernur, Walikotan dan Bupati. Masing-masing melakukan loby-lobi dengan siapapun yang dianggap punya nilai lebih untuk memudahkan jalan dalam pemilukada.

Maka tak ayal dengan berbagai strategi digunakan untuk merebut kekuasaan. Anehnya, hampir semua calon di backup oleh kelompok yang mempunyai kepentingan kekuasaan dan politiknya. Dan tidak pernah terlintas dibenak mereka untuk memikirkan perubahan, juga selalu menggukan kata-kata manis seakan-akan mereka ingin melalukan perubahan dan mampu melakukannya.

seyogiayanya, mereka tidak harus mengorbankan rakyat demi kepentingan pribadi dan politiknya. Tapi memang ini realitanya yang sedang terjadi, karena sebelumnya mereka sudah melakukan komitmen dengan donatur dan timses yang mengusung mereka untuk dijadikan alat kekuasaan oleh para “mafia politik’. Sehingga harus patuh dengan komitmen yang sudah mereka tanda tangani dengan dalih karena mereka sudah banyak mengeluarkan uang untuk memenangkannya.

Jadi, tidak heran jika ketika mereka yang terpilih tidak berpihak pada kita. Karena mereka terikat dengan komitmen yang sudah disepakati. Ketika mereka melakukan kampanye mereka berjanji ingin melakukan perubahan bahkan tidak segan-segan mereka berjanji akan berpihak kepada rakyat. Tapi apa yang terjadi ketika mereka sudah terpilih alhasil tetap seperti sebelumnya.

Disinilah dibutuhkan kejelihan kita untuk menentukan pilihan, karena apapun program yang dicanangkan dalam kampanye itu hanyalah formalitas. Maka, kita jangan mudah mempercayai dengan janji-janji yang diungkapkan disaat kampanye ini memang sudah dikemas dengan rapi untuk dijual dan menarik simpati agar mereka bisa memenangkannya.

Yang perlu diingat, ketika mafia politik bergerilya untuk memenangkan kepentingan pribadi atau politiknya. Dengan kekuasaan yang dimilikinya maka para penegak hukum bisa dikendalikan. Maka, yang salah bisa benar dan yang benar bisa salah. Apalagi, mafia politik juga bisa disuap oleh para mafia hukum dan mafia pajak. Dengan demikian, mafia politik bisa melindungi kepentingan para mafia hukum dan mafia pajak.

Bagi mereka dengan kekuasaan yang dimilikinya mampu membungkam siapa saja. Begitu banyak kasus-kasus yang tidak pernah terungkap karena seluruh jajaran tunduk kepada jajaran politik yang lebih tinggi. Pada dasarnya, pucuk pimpinan adalah para mafia politik yang mempunyai kekuasaan untuk mengendalikan hukum. Banyak kasus besar di negeri ini menguap akibat ulah para mafia politik.

Semoga saja kita tidak terjebak dari praktek-pratik mafia politik. Sebenarnya politik itu tidak jahat, karena padasarnya politik itu tujuannya untuk kemaslahatan ummat. Namun yang sangat kita sayangkan, mereka yang tidak punya hati nurani sama sekali, yang hanya ingin mengambil keuntungan diatas kesusah rakyat demi memperkaya kelompok dan diri mereka sendiri.

Friday, 7 January 2011

Makna huruf hijaiyah menurut Saidina Ali

Makna Huruf
Dari Husein bin Ali bin Abi Thalib as. :
Seorang Yahudi mendatangi Nabi Muhammad SAW. Pada saat itu Amirul Mukminin
Ali bin Abi Thalib as bersama Nabi.
Yahudi itu berkata kepada Nabi Muhammad SAW : "apa faedah dari huruf hijaiyah ?"
Rasulullah SAW lalu berkata kepada Ali bin Abi Thalib as, “Jawablah”.
Lalu Rasulullah SAW mendoakan Ali, “ya Allah, sukseskan Ali dan bungkam orang Yahudi itu”.
Lalu Ali berkata : “Tidak ada satu huruf-pun kecuali semua bersumber pada nama- nama Allah swt”.
Kemudian Ali berkata : “Adapun alif artinya tidak ada Tuhan selain Dia yang Maha Hidup dan Kokoh,
Adapun ba artinya tetap ada setelah musnah seluruh makhluk-Nya.
Adapun ta, artinya yang maha menerima taubat, menerima taubat dari semua hamba-Nya,
adapun tsa artinya adalah yang mengokohkan semua makhluk “Dialah yang
mengokohkan orang-orang beriman dengan perkataan yang kokoh dalam kehidupan dunia”
Adapun jim maksudnya adalah keluhuran sebutan dan pujian-Nya serta suci seluruh nama-nama-Nya.
Adapun ha adalah Al Haq, Maha hidup dan penyayang.
Kha maksudnya adalah maha mengetahui akan seluruh perbuatan hamba-hamba-Nya.
Dal artinya pemberi balasan pada hari kiamat,
dzal artinya pemilik segala keagungan dan kemuliaan.
Ra artinya lemah lembut terhadap hamba-hamba-Nya.
Zay artinya hiasan penghambaan.
Sin artinya Maha mendengar dan melihat. Syin artinya yang disyukuri oleh hamba-Nya.
Shad maksudnya adalah Maha benar dalam setiap janji-Nya

Dhad artinya adalah yang memberikan madharat dan manfaat.
Tha artinya Yang suci dan mensucikan,
dzha artinya Yang maha nampak dan menampakan seluruh tanda-tanda.
Ayn artinya Maha mengetahui hamba-hamba-Nya.
Ghayn artinya tempat mengharap para pengharap dari semua ciptaan-Nya.
Fa artinya yang menumbuhkan biji-bijian dan tumbuhan.
Qaf artinya adalah Maha kuasa atas segala makhluk-Nya
Kaf artinya yang Maha mencukupkan yang tidak ada satupun yang setara dengan-Nya, Dia tidak beranak dan tidak diperanakan.
Adapun lam maksudnya adalah maha lembut terhadap hamba-nya.
Mim artinya pemilik semua kerajaan.
Nun maksudnya adalah cahaya bagi langit yang bersumber pada cahaya arasynya.
Adapun waw artinya adalah, satu, esa, tempat bergantung semua makhluk dan
tidak beranak serta diperanakan.
Ha artinya Memberi petunjuk bagi makhluk-Nya.
Lam alif artinya tidak ada tuhan selain Allah, satu-satunya serta tidak ada sekutu
bagi-Nya.
Adapun ya artinya tangan Allah yang terbuka bagi seluruh makhluk-Nya”.
Rasulullah lalu berkata “Inilah perkataan dari orang yang telah diridhai Allah dari
semua makhluk-Nya”.
Mendengar penjelasan itu maka yahudi itu masuk Islam

Shuaib Salleh

Thursday, 6 January 2011

Teka-teki Imam Al- Ghazali

Suatu hari Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya dan kemudian beliau memberikan pertanyaan teka-teki…
Imam Ghazali : “Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?”
Murid 1 : Orang tua
Murid 2 : Guru
Murid 3 : Teman
Imam Ghazali : Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu adalah janji Allah SWT bahwa setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati (Surah Ali-Imran : 185).

Imam Ghazali : “Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini?”
Murid 1 : Negeri Cina
Murid 2 : Bulan
Murid 3 : Matahari
Iman Ghazali : Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.
Imam Ghazali : “Apa yang paling besar di dunia ini?”
Murid 1 : Gunung
Murid 2 : Matahari
Murid 3 : Bumi
Imam Ghazali : Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU (Surah Al A’raf : 179).
“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahanam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah SWT) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah SWT), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah SWT). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”.
Imam Ghazali : “Apa yang paling berat di dunia?”
Murid 1 : Baja
Murid 2 : Besi
Murid 3 : Gajah
Imam Ghazali : Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (Surah Al-Azab : 72).
“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat[*] kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh”.
[*]: Yang dimaksud dengan amanat di sini ialah tugas-tugas keagamaan.
Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allad SWT meminta mereka menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka karena gagal memegang amanah.
Imam Ghazali : “Apa yang paling ringan di dunia ini?”
Murid 1 : Kapas
Murid 2 : Angin
Murid 3 : Debu
Imam Ghazali : Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali di dunia ini adalah MENINGGALKAN SHOLAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan sholat.
Imam Ghazali : “Apa yang paling tajam sekali di dunia ini?”
Murid-murid dengan serentak menjawab : Pedang
Imam Ghazali : Itu benar, tapi yang paling tajam sekali didunia ini adalah LIDAH MANUSIA. Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.

www.jauhari.net

Saturday, 1 January 2011

Selamat Tahun Baru 2011

Memasuki pergantian tahun adalah momentum yang sangat tepat, dimana kita dapat mengevaluasi diri secara menyeluruh. Mari kita bercermin dengan segala kerendahan hati dan ketulusan jiwa, sejauh mana yang sudah kita lakukan ditahun lalu dan apa yang akan kita planningkan untuk tahun 2011 ini.
Oleh karena itu, awal tahun merupakan saat yang tepat untuk kita membuat agenda baru di dalam bekerja ataupun beraktivitas. Sehingga kita akan memiliki semangat (spirit) untuk memperbaiki kekurangan ditahun 2010 dan bangkit kembali semangat untuk menghadapi tantangan tahun 2011.
Semua kita memiliki tanggungjawab dalam kehidupan, jadi semua perbuatan kita adalah dapat menyebabkan kesuksesan dan kegagalan kita. Jadi, apapun yang akan terjadi pada diri kita di tahun tahun mendatang sepenuhnya terletak di tangan kita. Saatnya melakukan hal hal yang akan membuat perubahan positif dalam diri kita.
Kita selalu mengeluh karena merasa bisa mendapatkan yang lebih baik. Tapi kenapa kita tidak menyadari itu semua, padahal semua hal hal buruk yang terjadi pada diri kita tidak akan pernah berubah. Maka jangan pernah mengeluh, jika kita selalu mengeluh hanya akan membuat hidup tidak bersemangat.
Mari kita instropeksi diri dan mewujudkan hal-hal yang bermakna di tahun 2011. Jika tidak memanfaatkan waktu sebaik- baik mungkin, maka tidak ada gunanya jika hanya sebatas ucapan di bibir, namun yang terpenting adalah adalah komitmen untuk melakukanya. Selamat Tahun Baru 2011 semoga semua perencaan kita berjalan dengan mulus … amin …

Thank You For Being Someone Special in My Life

Wednesday, 29 December 2010

Hanya Dengan Senyuman

Begitu banyak masalah yang menimpa hidup kita, baik masalah pribadi dan masalah sosial. Kadang kala kita kehilangan akal sehat dan tidak mampu lagi berpikir positif (logis), karena dilanda dengan kebingungan mana yang harus dilakukan dan mana yang tidak. Ketika hati terguncang dengan rasa pilu yang sangat terasa, semua itu dapat diselesaikan hanya dengan satu kata.

Dengan hanya satu kata semua dapat dipadamkan dalam hati kita, rasa pening dikepala, serta dapat memberikan jawaban semua masalah yang sedang kita landa. Dengan kata “ tersenyum”, semua persoalan akan terasa ringan. Hanya dengan sebuah senyuman hati kita akan terbebasa dari semua masalah-masalah yang sedang kita alami.

Begitu juga dengan dukungan seseorang yang memang dapat memberi kehangatan hidup dalam hajat kita, ketika dia tersenyum maka kita pun ikut tersenyum. Semua masalah dapat diatasi dengan mudah dan damai. Maka awali hidup kita dengan tersenyum, dengan senyuman semua masalah dapat dipecahkan.

Maka tidak perlu kita bersedih atas semua itu. Ketika kita hidup memang akan selalu diuji dengan segala masalah dan ini merupakan langkah awal yang menjadikan kita untuk berbagi senyum, karena ini fitrah kehidupan, tak perlu ada rasa takut dan bersedih karena memang ini sudah digariskan. Dengan semua itu maka kita dapat benar-benar hidup.

Saatnya tersenyum dan tertawa, agar semua kesedihan sirna dan kita dapat menjalani hidup tanpa ada rasa ketakutan, semua masalah ada solusinya. Bangunlah dan tersenyumlah, maka saatnya merasa kenikmatan hidup, hanya dengan senyuman akan membuat dunia ini menjadi damai dan indah.

Thank B4
“Just smile,you’ll feel better!”
By : Mei2

Tuesday, 20 January 2009

Urueng Aceh

Orang Aceh dikenal berwatak keras, teguh memegang pendirian, gemar berperang dan lain-lain. Setidaknya, begitulah kesimpulan beberapa penulis Belanda. Jika kita coba dalami dan telusuri kehidupan dan sejarah orang Aceh, memang begitu adanya. Tetapi, meski sudah identik berwatak keras, sebenarnya orang Aceh sangat lembut, ramah, terbuka dan mudah bergaul dengan siapa saja. Orang Aceh tahu kapan harus menampilkan watak keras, dan kapan pula berlemah-lembut.
Kesimpulan demikian, sangat mudah ditemui, terutama pada pepatah-pepatah yang sering kita dengar. Misalnya, “Ureung Aceh misue ka teupeh, bu lubeh han geupeutaba, tetapi misue hana teupeh—maaf—boh kreh juet taraba.” Pepatah ini tak hanya berlaku untuk orang luar saja yang ingin membangun hubungan dengan orang Aceh, melainkan untuk sesama orang Aceh. Bagi orang Aceh, siapa pun yang membuat luka, mengganggu, dan menyakiti mereka akan diperlakukan sebagai musuh.
Jika ada waktu coba perhatikan cara bicara orang Aceh dewasa ini, sebab, di sinilah kita mengetahui bagaimana watak orang Aceh sebenarnya. Saya sempat merekam beberapa kata, yang menurut saya bisa menjadi kesimpulan bagaimana orang Aceh membuat sekat, mana yang disebut musuh dan mana yang tidak. Untuk kelompok mereka sendiri, orang Aceh cukup menyebutnya dengan “awak tanyoe atawa awak geutanyoe”, sementara pihak yang diperlakukan sebagai musuh, orang Aceh mengatakan, “nyan awak jeh atawa awak nyan.” Jika sudah dilabeli dengan awak ‘nyan’ (sebuah kata penunjuk yang objeknya tidak jelas, bisa bermacam-macam, tergantung arah pembicaraan), maka orang tersebut sudah diposisikan bukan lagi sebagai kawan. Label ‘nyan’ dilekatkan kepada orang atau kelompok tertentu, di mana secara tidak langsung orang Aceh sudah menjaga jarak dengan mereka, dan cenderung menganggap mereka sebagai musuh.
Label itu sering diberikan oleh orang Aceh untuk mereka-mereka yang sudah memonopoli kebenaran, dan menganggap kebenaran ditentukan oleh mereka. Artinya, label itu diberikan untuk orang-orang seperti disebutkan oleh ‘fatwa’ Nietzsche, “kekuatan adalah sejati, dan kebenaran adalah milik mereka yang punya kekuatan.” Bagi orang seperti ini, kebenaran dan ketidakbenaran menjadi tidak jelas lagi. Sebab, yang menentukan ukuran benar atau tidak bukan lagi kesepakatan umum, melainkan kuasa. Ya…mereka yang punya kuasa yang berhak mendefinisikan kebenaran.
Dulu saat konflik, jika kita pernah memperhatikan obrolan orang Aceh di Balee Jaga atau di Warong Kopi, kita pasti banyak mendapati ucapan-ucapan sebagai bentuk pembedaan antara musuh dan teman. Ketika mobil berkaca gelap lewat di suatu Gampong, orang Aceh langsung menyebut, ”Na lewat awak nyan saknyoe (ada lewat orang ’itu’ barusan).” Awak nyan di sini berarti anggota TNI atau Polri. Namun, ketika ada beberapa pemuda ’asing’ shalat Shubuh di sebuah Meunasah Gampong, di mana senjata AK-47 diletakkan di dekatnya, orang Aceh langsung menyebutnya, ”Nyan awak geutanyoe (Itu orang kita)”. Awak geutanyoe tersebut merujuk kepada anggota GAM.
Pertanyaan kita, bagaimana sekarang? Apakah sudah muncul perubahan paradigma di dalam masyarakat Aceh, dalam menggunakan kata ’awak nyan’ atau belum? Namun, di beberapa tempat, saya mendapati dan merasakan munculnya perubahan paradigma tersebut. Saat duduk di sebuah warung kopi dan di Balee Jaga, di suatu Gampong, saya menangkap kesan, bahwa kata ”awak nyan” bukan lagi merujuk kepada TNI/Polri seperti saat konflik, melainkan untuk mantan GAM. Saya sendiri heran, kenapa paradigma orang Aceh begitu cepat berubah. ’Awak nyan’ sekarang merujuk kepada mantan GAM. Pertanyaan saya, apakah GAM sekarang sudah berubah menjadi musuh orang Aceh? Saya sedikit ragu menjawab pertanyaan ini.
Pun begitu, saya mencoba mengaitkan perubahan paradigma orang Aceh dengan sifat orang Aceh yang punya perasaan halus, khusus dalam memandang sesuatu, seperti halnya indra penciuman mereka, dalam hal pemberian sebutan untuk bau. Sebuah bau, mampu diterjemahkan oleh orang Aceh lewat kata-kata seperti khieng, khop, khie, khoh, phong, banga, khep, syung, muhong, dan bee masam. Kata-kata itu menunjukkan kehalusan orang Aceh dalam mencium sesuatu. Penggunaaan kata-kata itu disesuaikan dengan sifat bau dan sumber bau. Karena masing-masing bau bagi orang Aceh punya ciri khas tersendiri, dan sulit didefinisikan oleh orang-orang yang tidak memiliki indra penciuman yang halus dan tajam.
Saya jadi bertanya-tanya, apakah kehalusan indra penciuman orang Aceh, memiliki hubungan dengan kemampuan mereka mengenali musuh, atau menempatkan suatu kelompok jadi musuh mereka? Saya tak tahu pasti. Namun, yang jelas, orang yang mengkhianati, menzalimi, menyakiti orang Aceh, maka orang tersebut akan langsung dilabeli oleh orang Aceh dengan sebutan ’awak nyan’. Jika sudah diberi label seperti itu, maka orang tersebut sudah diperlakukan musuh oleh orang Aceh. Entahlah!

Thursday, 15 January 2009

PENGHARGAAN

“Kami perlu pahlawan karena kami tidak bisa melakukan hal yang ideal. Karena untuk sebuah inspirasi …”

Tetapi masalah yang muncul justru ketika kita memformat seseorang untuk dijadikan “pahlawan”, namun suatu hari kita kecewa ketika keinginan tidak terpenuhi

“ Mereka benci ketika rekan seperjuangan “pergi”, Mereka menyesali ketika rekan seperjuangan tidak lagi idealis. Tapi Mereka tertawa sinis ketika rekan seperjuangan tidak lagi dihargai”.


Bagaimana jadinya kalo kita tidak lagi saling menghargai. Barangkali kita akan saling menyalahkan. Mungkin inilah yang realita yang terjadi sekarang. Ketika seseorang tidak lagi merasa dihargai sedikitpun. Maka apapun yang dilakukan selalu saja salah, bahkan menjadi bahan tawaan.

Ketika hati mulai terbuka, sudah saling harga-menghargai, bahu membahu demi terjalin sebuah hubungan yang harmonis, bahkan sudah berusaha untuk tidak saling memojokkan. Ini semua dilakukan mengingat keadaan yang memang sangat riskan (sedikit menoleh kebelakang) namun itu smua berakhir dengan perdebatan panjang.

Kadangkala kita mencoba untuk melakukan hal yang terbaik, demi kemudahan dalam menjalankan sebuah kegiatan agar tidak terjadi benturan. Namun kita kecewa ketika harapan tidak menjadi kenyataan, bahkan kita bosan dengan perkataan yang saling menyalahkan. Mungkinkah ini smua memang sudah menjadi pilihan atau ini dikatakan proses seleksi alam..? Mungkin suatu saat semua ini akan terjawab, “kenapa” dan “mengapa” ini semua harus terjadi.

Tong A Fie - Orang Terkaya Asal Medan

Bila di Jawa kita mengenal Oei tiong ham. maka di sumatra juga punya kisah tragis yang lebih menyentuh bak telenovela namun ini adalah kisa...