Saturday, 1 January 2011

Selamat Tahun Baru 2011

Memasuki pergantian tahun adalah momentum yang sangat tepat, dimana kita dapat mengevaluasi diri secara menyeluruh. Mari kita bercermin dengan segala kerendahan hati dan ketulusan jiwa, sejauh mana yang sudah kita lakukan ditahun lalu dan apa yang akan kita planningkan untuk tahun 2011 ini.
Oleh karena itu, awal tahun merupakan saat yang tepat untuk kita membuat agenda baru di dalam bekerja ataupun beraktivitas. Sehingga kita akan memiliki semangat (spirit) untuk memperbaiki kekurangan ditahun 2010 dan bangkit kembali semangat untuk menghadapi tantangan tahun 2011.
Semua kita memiliki tanggungjawab dalam kehidupan, jadi semua perbuatan kita adalah dapat menyebabkan kesuksesan dan kegagalan kita. Jadi, apapun yang akan terjadi pada diri kita di tahun tahun mendatang sepenuhnya terletak di tangan kita. Saatnya melakukan hal hal yang akan membuat perubahan positif dalam diri kita.
Kita selalu mengeluh karena merasa bisa mendapatkan yang lebih baik. Tapi kenapa kita tidak menyadari itu semua, padahal semua hal hal buruk yang terjadi pada diri kita tidak akan pernah berubah. Maka jangan pernah mengeluh, jika kita selalu mengeluh hanya akan membuat hidup tidak bersemangat.
Mari kita instropeksi diri dan mewujudkan hal-hal yang bermakna di tahun 2011. Jika tidak memanfaatkan waktu sebaik- baik mungkin, maka tidak ada gunanya jika hanya sebatas ucapan di bibir, namun yang terpenting adalah adalah komitmen untuk melakukanya. Selamat Tahun Baru 2011 semoga semua perencaan kita berjalan dengan mulus … amin …

Thank You For Being Someone Special in My Life

Wednesday, 29 December 2010

Hanya Dengan Senyuman

Begitu banyak masalah yang menimpa hidup kita, baik masalah pribadi dan masalah sosial. Kadang kala kita kehilangan akal sehat dan tidak mampu lagi berpikir positif (logis), karena dilanda dengan kebingungan mana yang harus dilakukan dan mana yang tidak. Ketika hati terguncang dengan rasa pilu yang sangat terasa, semua itu dapat diselesaikan hanya dengan satu kata.

Dengan hanya satu kata semua dapat dipadamkan dalam hati kita, rasa pening dikepala, serta dapat memberikan jawaban semua masalah yang sedang kita landa. Dengan kata “ tersenyum”, semua persoalan akan terasa ringan. Hanya dengan sebuah senyuman hati kita akan terbebasa dari semua masalah-masalah yang sedang kita alami.

Begitu juga dengan dukungan seseorang yang memang dapat memberi kehangatan hidup dalam hajat kita, ketika dia tersenyum maka kita pun ikut tersenyum. Semua masalah dapat diatasi dengan mudah dan damai. Maka awali hidup kita dengan tersenyum, dengan senyuman semua masalah dapat dipecahkan.

Maka tidak perlu kita bersedih atas semua itu. Ketika kita hidup memang akan selalu diuji dengan segala masalah dan ini merupakan langkah awal yang menjadikan kita untuk berbagi senyum, karena ini fitrah kehidupan, tak perlu ada rasa takut dan bersedih karena memang ini sudah digariskan. Dengan semua itu maka kita dapat benar-benar hidup.

Saatnya tersenyum dan tertawa, agar semua kesedihan sirna dan kita dapat menjalani hidup tanpa ada rasa ketakutan, semua masalah ada solusinya. Bangunlah dan tersenyumlah, maka saatnya merasa kenikmatan hidup, hanya dengan senyuman akan membuat dunia ini menjadi damai dan indah.

Thank B4
“Just smile,you’ll feel better!”
By : Mei2

Tuesday, 20 January 2009

Urueng Aceh

Orang Aceh dikenal berwatak keras, teguh memegang pendirian, gemar berperang dan lain-lain. Setidaknya, begitulah kesimpulan beberapa penulis Belanda. Jika kita coba dalami dan telusuri kehidupan dan sejarah orang Aceh, memang begitu adanya. Tetapi, meski sudah identik berwatak keras, sebenarnya orang Aceh sangat lembut, ramah, terbuka dan mudah bergaul dengan siapa saja. Orang Aceh tahu kapan harus menampilkan watak keras, dan kapan pula berlemah-lembut.
Kesimpulan demikian, sangat mudah ditemui, terutama pada pepatah-pepatah yang sering kita dengar. Misalnya, “Ureung Aceh misue ka teupeh, bu lubeh han geupeutaba, tetapi misue hana teupeh—maaf—boh kreh juet taraba.” Pepatah ini tak hanya berlaku untuk orang luar saja yang ingin membangun hubungan dengan orang Aceh, melainkan untuk sesama orang Aceh. Bagi orang Aceh, siapa pun yang membuat luka, mengganggu, dan menyakiti mereka akan diperlakukan sebagai musuh.
Jika ada waktu coba perhatikan cara bicara orang Aceh dewasa ini, sebab, di sinilah kita mengetahui bagaimana watak orang Aceh sebenarnya. Saya sempat merekam beberapa kata, yang menurut saya bisa menjadi kesimpulan bagaimana orang Aceh membuat sekat, mana yang disebut musuh dan mana yang tidak. Untuk kelompok mereka sendiri, orang Aceh cukup menyebutnya dengan “awak tanyoe atawa awak geutanyoe”, sementara pihak yang diperlakukan sebagai musuh, orang Aceh mengatakan, “nyan awak jeh atawa awak nyan.” Jika sudah dilabeli dengan awak ‘nyan’ (sebuah kata penunjuk yang objeknya tidak jelas, bisa bermacam-macam, tergantung arah pembicaraan), maka orang tersebut sudah diposisikan bukan lagi sebagai kawan. Label ‘nyan’ dilekatkan kepada orang atau kelompok tertentu, di mana secara tidak langsung orang Aceh sudah menjaga jarak dengan mereka, dan cenderung menganggap mereka sebagai musuh.
Label itu sering diberikan oleh orang Aceh untuk mereka-mereka yang sudah memonopoli kebenaran, dan menganggap kebenaran ditentukan oleh mereka. Artinya, label itu diberikan untuk orang-orang seperti disebutkan oleh ‘fatwa’ Nietzsche, “kekuatan adalah sejati, dan kebenaran adalah milik mereka yang punya kekuatan.” Bagi orang seperti ini, kebenaran dan ketidakbenaran menjadi tidak jelas lagi. Sebab, yang menentukan ukuran benar atau tidak bukan lagi kesepakatan umum, melainkan kuasa. Ya…mereka yang punya kuasa yang berhak mendefinisikan kebenaran.
Dulu saat konflik, jika kita pernah memperhatikan obrolan orang Aceh di Balee Jaga atau di Warong Kopi, kita pasti banyak mendapati ucapan-ucapan sebagai bentuk pembedaan antara musuh dan teman. Ketika mobil berkaca gelap lewat di suatu Gampong, orang Aceh langsung menyebut, ”Na lewat awak nyan saknyoe (ada lewat orang ’itu’ barusan).” Awak nyan di sini berarti anggota TNI atau Polri. Namun, ketika ada beberapa pemuda ’asing’ shalat Shubuh di sebuah Meunasah Gampong, di mana senjata AK-47 diletakkan di dekatnya, orang Aceh langsung menyebutnya, ”Nyan awak geutanyoe (Itu orang kita)”. Awak geutanyoe tersebut merujuk kepada anggota GAM.
Pertanyaan kita, bagaimana sekarang? Apakah sudah muncul perubahan paradigma di dalam masyarakat Aceh, dalam menggunakan kata ’awak nyan’ atau belum? Namun, di beberapa tempat, saya mendapati dan merasakan munculnya perubahan paradigma tersebut. Saat duduk di sebuah warung kopi dan di Balee Jaga, di suatu Gampong, saya menangkap kesan, bahwa kata ”awak nyan” bukan lagi merujuk kepada TNI/Polri seperti saat konflik, melainkan untuk mantan GAM. Saya sendiri heran, kenapa paradigma orang Aceh begitu cepat berubah. ’Awak nyan’ sekarang merujuk kepada mantan GAM. Pertanyaan saya, apakah GAM sekarang sudah berubah menjadi musuh orang Aceh? Saya sedikit ragu menjawab pertanyaan ini.
Pun begitu, saya mencoba mengaitkan perubahan paradigma orang Aceh dengan sifat orang Aceh yang punya perasaan halus, khusus dalam memandang sesuatu, seperti halnya indra penciuman mereka, dalam hal pemberian sebutan untuk bau. Sebuah bau, mampu diterjemahkan oleh orang Aceh lewat kata-kata seperti khieng, khop, khie, khoh, phong, banga, khep, syung, muhong, dan bee masam. Kata-kata itu menunjukkan kehalusan orang Aceh dalam mencium sesuatu. Penggunaaan kata-kata itu disesuaikan dengan sifat bau dan sumber bau. Karena masing-masing bau bagi orang Aceh punya ciri khas tersendiri, dan sulit didefinisikan oleh orang-orang yang tidak memiliki indra penciuman yang halus dan tajam.
Saya jadi bertanya-tanya, apakah kehalusan indra penciuman orang Aceh, memiliki hubungan dengan kemampuan mereka mengenali musuh, atau menempatkan suatu kelompok jadi musuh mereka? Saya tak tahu pasti. Namun, yang jelas, orang yang mengkhianati, menzalimi, menyakiti orang Aceh, maka orang tersebut akan langsung dilabeli oleh orang Aceh dengan sebutan ’awak nyan’. Jika sudah diberi label seperti itu, maka orang tersebut sudah diperlakukan musuh oleh orang Aceh. Entahlah!

Thursday, 15 January 2009

PENGHARGAAN

“Kami perlu pahlawan karena kami tidak bisa melakukan hal yang ideal. Karena untuk sebuah inspirasi …”

Tetapi masalah yang muncul justru ketika kita memformat seseorang untuk dijadikan “pahlawan”, namun suatu hari kita kecewa ketika keinginan tidak terpenuhi

“ Mereka benci ketika rekan seperjuangan “pergi”, Mereka menyesali ketika rekan seperjuangan tidak lagi idealis. Tapi Mereka tertawa sinis ketika rekan seperjuangan tidak lagi dihargai”.


Bagaimana jadinya kalo kita tidak lagi saling menghargai. Barangkali kita akan saling menyalahkan. Mungkin inilah yang realita yang terjadi sekarang. Ketika seseorang tidak lagi merasa dihargai sedikitpun. Maka apapun yang dilakukan selalu saja salah, bahkan menjadi bahan tawaan.

Ketika hati mulai terbuka, sudah saling harga-menghargai, bahu membahu demi terjalin sebuah hubungan yang harmonis, bahkan sudah berusaha untuk tidak saling memojokkan. Ini semua dilakukan mengingat keadaan yang memang sangat riskan (sedikit menoleh kebelakang) namun itu smua berakhir dengan perdebatan panjang.

Kadangkala kita mencoba untuk melakukan hal yang terbaik, demi kemudahan dalam menjalankan sebuah kegiatan agar tidak terjadi benturan. Namun kita kecewa ketika harapan tidak menjadi kenyataan, bahkan kita bosan dengan perkataan yang saling menyalahkan. Mungkinkah ini smua memang sudah menjadi pilihan atau ini dikatakan proses seleksi alam..? Mungkin suatu saat semua ini akan terjawab, “kenapa” dan “mengapa” ini semua harus terjadi.

Tuesday, 13 January 2009

Haruskah Aku Mengeluh?

Haruskah aku mengeluh? Sementara Allah memberikan nikmat
Islam kepadaku. Nikmat yang menerangi jalanku. Nikmat yang
menunjukan jalan menuju keselamatan. Nikmat yang memberi
petunjuk untuk sukses dunia akhirat.

Haruskah aku mengeluh? Sementara aku dianugrahi orang tua
yang bijak. Yang menjadi inspirasi hidupku. Yang
membimbingku ke arah hidup yang lebih baik. Yang
membesarkanku dan membimbingku. Yang tidak pernah lelah
menjaga dan merawat agar aku tumbuh sehat, kuat, dan
cerdas. Yang rela berkorban demi kebaikanku.

Haruskah aku mengeluh? Sementara aku dijodohkan dengan
seorang istri yang cantik dan penyabar. Yang selalu
menemani suka maupun duka. Yang selalu mendoakanku sehabis
shalat. Yang selalu memberikan dorongan agar aku terus
bergerak. Yang memberikan kekuatan saat aku lemah. Yang
tanpa lelah melayani keperluanku.

Haruskah aku mengeluh? Sementara aku dilahirkan ditengah
saudara-saudara yang baik hati. Saudara yang suka menghibur
aku, saudara yang selalu siap menolong aku. Saudara yang
sering aku mintai nasihat dan pendapat. Saudara-saudara
yang secara bersama berjuang demi kebaikan bersama.
Saudara-saudara yang membuat aku berani menjalani hidup.

Haruskah aku mengeluh? Sementara aku diberikan banyak
kelebihan. Aku memiliki kemampuan belajar, aku memiliki
kemampuan bicara, aku memiliki kemampuan menulis, dan
keyakinan bahwa masih bisa memiliki kemampuan-kemampuan
yang lainnya.

Dan masih banyak nikmat-nikmat dari Allah yang tidak bisa
aku sebutkan, banyak sekali bahkan tidak akan terhitung.
Ternyata tidak ada alasan untuk mengeluh.

Rahmat Motivasi Islami

Friday, 7 November 2008

Hard Drive Washer 2.01, Sapu Bersih Sampah Harddisk

Penuhnya harddisk oleh file/folder “sampah-sampah” dapat membuat kinerja harrdisk menjadi lebih lambat dan ini dapat menyebabkan performance PC atau laptop secara keseluruhan menjadi lambat. Banyak perangkat lunak yang dapat digunakan untuk “menyapu” file/folder “sampah” tersebut yang dapat didownload secara gratis di internet. Salah satunya adalah Hard Drive Washer 2.01.

Shareware yang mempunyai waktu pemakaian hingga 10 hari ini tergolong perangkat lunak yang ringan dan dapat diinstall pada re-writable media, seperti flashdisk sehingga lebih praktis dan portable. Pengoperasiannya juga mudah, siapa pun akan dengan mudah menjalankan shareware yang mempunyai kebutuhan system Windows 2000/XP ini.

Setelah berhasil mendownloadnya, Anda dapat langsung menjalankannya.

Jika dikehendaki, Anda dapat memilih file dengan ekstensi tertentu saja dengan menekan menu Options.

Jika sudah, tekan OK kemudian untuk memulai pencarian file “sampah’ tekan Start hingga Anda akan mendapati file-file sampah.

Untuk menghapus semua jenis file ‘sampah” yang ada, Anda dapat langsung menekan Delete. Namun jika Anda tidak yakin untuk menghapus semuanya, tekan Options untuk men-select beberapa file dengan ekstensi tertentu.

Sumber : onoid.blogspot.com

Tuesday, 4 November 2008

KISAH KELEBIHAN BERPUASA PADA 10 MUHARRAM DAN PERISTIWA-PERISTIWA YANG BERLAKU PADA HARI TERSEBUT

Dari Ibnu Abbas r.a berkata Rasulullah S.A.W bersabda : " Sesiapa yang berpuasa pada hari Aasyura (10 Muharram) maka Allah S.W.T akan memberi kepadanya pahala 10,000 malaikat dan sesiapa yang berpuasa pada hari Aasyura (10 Muharram) maka akan diberi pahala 10,000 orang berhaji dan berumrah, dan 10,000 pahala orang mati syahid, dan barang siapa yang mengusap kepala anak-anak yatim pada hari tersebut maka Allah S.W.T akan menaikkan dengan setiap rambut satu darjat. Dan sesiapa yang memberi makan kepada orang yang berbuka puasa pada orang mukmin pada hari Aasyura, maka seolah-olah dia memberi makan pada seluruh ummat Rasulullah S.A.W yang berbuka puasa dan mengenyangkan perut mereka."

Lalu para sahabat bertanya Rasulullah S.A.W : " Ya Rasulullah S.A.W, adakah Allah telah melebihkan hari Aasyura daripada hari-hari lain?". Maka berkata Rasulullah S.A.W : " Ya, memang benar, Allah Taala menjadikan langit dan bumi pada hari Aasyura, menjadikan laut pada hari Aasyura, menjadikan bukit-bukit pada hari Aasyura, menjadikan Nabi Adam dan juga Hawa pada hari Aasyura, lahirnya Nabi Ibrahim juga pada hari Aasyura, dan Allah S.W.T menyelamatkan Nabi Ibrahim dari api juga pada hari Aasyura, Allah S.W.T menenggelamkan Fir'aun pada hari Aasyura, menyembuhkan penyakit Nabi Ayyub a.s pada hari Aasyura, Allah S.W.T menerima taubat Nabi Adam pada hari Aasyura, Allah S.W.T mengampunkan dosa Nabi Daud pada hari Aasyura, Allah S.W.T mengembalikan kerajaan Nabi Sulaiman juga pada hari Aasyura, dan akan terjadi hari kiamat itu juga pada hari Aasyura !".

TUJUH MACAM PAHALA YANG DAPAT DINIKMATINYA SELEPAS MATINYA

Dari Anas r.a. berkata bahawa ada tujuh macam pahala yang dapat diterima seseorang itu selepas matinya.

1. Sesiapa yang mendirikan masjid maka ia tetap pahalanya selagi masjid itu digunakan oleh orang untuk beramal ibadat di dalamnya.

2. Sesiapa yang mengalirkan air sungai selagi ada orang yang minum daripadanya.

3. Sesiapa yang menulis mushaf ia akan mendapat pahala selagi ada orang yang membacanya.

4. Orang yang menggali perigi selagi ada orang yang menggunakannya.

5. Sesiapa yang menanam tanam-tanaman selagi ada yang memakannya baik dari manusia atau burung.

6. Mereka yang mengajarkan ilmu yang berguna selama ia diamalkan oleh orang yang mempelajarinya.

7. Orang yang meninggalkan anak yang soleh yang mana ianya selalu mendoakan kedua orang tuanya dan beristighfar baginya

8. yakni anak yang selalu diajari ilmu Al-Qur'an maka orang yang mengajarnya akan mendapat pahala selagi anak itu mengamalkan ajaran-ajarannya tanpa mengurangi pahala anak itu sendiri.

Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah S.A.W. telah bersabda : "Apabila telah mati anak Adam itu, maka terhentilah amalnya melainkan tiga macam :

1. Sedekah yang berjalan terus (Sedekah Amal Jariah)

2. Ilmu yang berguna dan diamalkan.

3. Anak yang soleh yang mendoakan baik baginya.

KISAH NERAKA JAHANNAM

Dikisahkan dalam sebuah hadis bahawa sesungguhnya neraka Jahannam itu adalah hiam gelap, tidak ada cahaya dan tidak pula ia menyala. Dan ianya memiliki 7 buah pintu dan pada setiap pintu itu terdapat 70,000 gunung, pada setiap gunung itu terdapat 70,000 lereng dari api dan pada setiap lereng itu terdapat 70,000 belahan tanah yang terdiri dari api, pada setiap belahannya pula terdapat 70,000 lembah dari api.

Dikisahkan dalam hadis tersebut bahawa pada setiap lembah itu terdapat 70,000 gudang dari api, dan pada setiap gudang itu pula terdapat 70,000 kamar dari api, pada setiap kamar itu pula terdapat 70,000 ular dan 70,000 kala, dan dikisahkan dalam hadis tersebut bahawa setiap kala itu mempunyai 70,000 ekor dan setiap ekor pula memiliki 70,000 ruas. Pada setiap ruas kala tersebut ianya mempunyai 70,000 qullah bisa.

Dalam hadis yang sama menerangkan bahawa pada hari kiamat nanti akan dibuka penutup neraka Jahannam, maka sebaik sahaja pintu neraka Jahannam itu terbuka, akan keluarlah asap datang mengepung mereka di sebelah kiri, lalu datang pula sebuah kumpulan asap mengepung mereka disebelah hadapan muka mereka, serta datang kumpulan asap mengepung di atas kepala dan di belakang mereka. Dan mereka (Jin dan Mausia) apabila terpandang akan asap tersebut maka bergetarlah dan mereka berlutut dan memanggil-manggil, "Ya Tuhan kami, selamatkanlah."

Diriwayatkan bahawa sesungguhnya Rasulullah S.A.W telah bersabda : "Akan didatangkan pada hari kiamat itu neraka Jahannam, dan neraka Jahannam itu mempunyai 70,000 kendali, dan pada setiap kendali itu ditarik oleh 70,000 malaikat, dan berkenaan dengan malaikat penjaga neraka itu besarnya ada diterangkan oleh Allah S.W.T dalam surah At-Tahrim ayat 6 yang bermaksud : "Sedang penjaganya malaikat-malaikat yang kasar lagi keras."
Setiap malaikat apa yang ada di antara pundaknya adalah jarak perjalanan setahun, dan setiap satu dari mereka itu mempunyai kekuatan yang mana kalau dia memukul gunung dengan pemukul yang ada padanya, maka nescaya akan hancur lebur gunung tersebut. Dan dengan sekali pukulan sahaja ia akan membenamkan 70,000 ke dalam neraka Jahannam.

KISAH BUMI DAN LANGIT

Adapun terjadinya peristiwa Israk dan Mikraj adalah kerana bumi merasa bangga dengan langit. Berkata dia kepada langit, "Hai langit, aku lebih baik dari kamu kerana Allah S.W.T. telah menghiaskan aku dengan berbagai-bagai negara, beberapa laut, sungai-sungai, tanam-anaman, beberapa gunung dan lain-lain."
Berkata langit, "Hai bumi, aku juga lebih elok dari kamu kerana matahari, bulan, bintang-bintang, beberapa falah, buruj, 'arasy, kursi dan syurga ada padaku."
Berkata bumi, "Hai langit, ditempatku ada rumah yang dikunjungi dan untuk bertawaf para nabi, para utusan dan arwah para wali dan solihin (orang-orang yang baik)."


Bumi berkata lagi, "Hai langit, sesungguhnya pemimpin para nabi dan utusan bahkan sebagai penutup para nabi dan kekasih Allah seru sekalian alam, seutama-utamanya segala yang wujud serta kepadanya penghormatan yang paling sempurna itu tinggal di tempatku. Dan dia menjalankan syari'atnya juga di tempatku."
Langit tidak dapat berkata apa-apa, apabila bumi berkata demikian. Langit mendiamkan diri dan dia mengadap Allah S.W.T dengan berkata, "Ya Allah, Engkau telah mengabulkan permintaan orang yang tertimpa bahaya, apabila mereka berdoa kepada Engkau. Aku tidak dapat menjawab soalan bumi, oleh itu aku minta kepada-Mu ya Allah supaya Muhammad Engkau dinaikkan kepadaku (langit) sehingga aku menjadi mulia dengan kebagusannya dan berbangga."

Lalu Allah S.W.T mengabulkan permintaan langit, kemudian Allah S.W.T memberi wahyu kepada Jibrail A.S pada malam tanggal 27 Rejab, "Janganlah engkau (Jibrail) bertasbih pada malam ini dan engkau 'Izrail jangan engkau mencabut nyawa pada malam ini."
Jibrail A.S. bertanya, " Ya Allah, apakah kiamat telah sampai?"
Allah S.W.T berfirman, maksudnya, "Tidak, wahai Jibrail. Tetapi pergilah engkau ke Syurga dan ambillah buraq dan terus pergi kepada Muhammad dengan buraq itu."
Kemudian Jibrail A.S. pun pergi dan dia melihat 40,000 buraq sedang bersenang-lenang di taman Syurga dan di wajah masing-masing terdapat nama Muhammad. Di antara 40,000 buraq itu, Jibrail A.S. terpandang pada seekor buraq yang sedang menangis bercucuran air matanya. Jibrail A.S. menghampiri buraq itu lalu bertanya, "Mengapa engkau menangis, ya buraq?"

Berkata buraq, "Ya Jibrail, sesungguhnya aku telah mendengar nama Muhammad sejak 40 tahun, maka pemilik nama itu telah tertanam dalam hatiku dan aku sesudah itu menjadi rindu kepadanya dan aku tidak mahu makan dan minum lagi. Aku laksana dibakar oleh api kerinduan."
Berkata Jibrail A.S., "Aku akan menyampaikan engkau kepada orang yang engkau rindukan itu."
Kemudian Jibrail A.S. memakaikan pelana dan kekang kepada buraq itu dan membawanya kepada Nabi Muhammad S.A.W. Wallahu'alam.

Buraq yang diceritakan inilah yang membawa Rasulullah S.A.W dalam perjalanan Israk dan Mikraj.

KISAH BERKAT DI SEBALIK MEMBACA BISMILLAH

Ada seorang perempuan tua yang taat beragama, tetapi suaminya seorang yang fasik dan tidak mahu mengerjakan kewajipan agama dan tidak mahu berbuat kebaikan.
Perempuan itu sentiasa membaca Bismillah setiap kali hendak bercakap dan setiap kali dia hendak memulakan sesuatu sentiasa didahului dengan Bismillah. Suaminya tidak suka dengan sikap isterinya dan sentiasa memperolok-olokkan isterinya.
Suaminya berkata sambil mengejak, "Asyik Bismillah, Bismillah. Sekejap-sekejap Bismillah."

Isterinya tidak berkata apa-apa sebaliknya dia berdoa kepada Allah S.W.T. supaya memberikan hidayah kepada suaminya. Suatu hari suaminya berkata : "Suatu hari nanti akan aku buat kamu kecewa dengan bacaan-bacaanmu itu."
Untuk membuat sesuatu yang memeranjatkan isterinya, dia memberikan wang yang banyak kepada isterinya dengan berkata, "Simpan duit ini." Isterinya mengambil duit itu dan menyimpan di tempat yang selamat, di samping itu suaminya telah melihat tempat yang disimpan oleh isterinya. Kemudian dengan senyap-senyap suaminya itu mengambil duit tersebut dan mencampakkan beg duit ke dalam perigi di belakang rumahnya.

Setelah beberapa hari kemudian suaminya itu memanggil isterinya dan berkata, "Berikan padaku wang yang aku berikan kepada engkau dahulu untuk disimpan."
Kemudian isterinya pergi ke tempat dia menyimpan duit itu dan diikuti oleh suaminya dengan berhati-hati dia menghampiri tempat dia menyimpan duit itu dia membuka dengan membaca, "Bismillahirrahmanirrahiim." Ketika itu Allah S.W.T. menghantar malaikat Jibrail A.S. untuk mengembalikan beg duit dan menyerahkan duit itu kepada suaminya kembali.

Alangkah terperanjat suaminya, dia berasa bersalah dan mengaku segala perbuatannya kepada isterinya, ketika itu juga dia bertaubat dan mula mengerjakan perintah Allah, dan dia juga membaca Bismillah apabila dia hendak memulakan sesuatu kerja.

Tong A Fie - Orang Terkaya Asal Medan

Bila di Jawa kita mengenal Oei tiong ham. maka di sumatra juga punya kisah tragis yang lebih menyentuh bak telenovela namun ini adalah kisa...